Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juni 2026 | 18.35 WIB

Sudirman Said Ingatkan Petinggi Negara Tak Kultuskan Kekuasaan, Ingatkan Nilai Etika Kepemimpinan

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said. (Istimewa) - Image

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said. (Istimewa)

JawaPos.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengingatkan para elite negara agar mewaspadai krisis tata kelola dengan menghentikan praktik pemujaan terhadap figur kekuasaan. Ia menekankan pentingnya kembali bertumpu pada nilai, etika, dan institusi, bukan pada sosok tertentu.

Menurut Sudirman, istilah godfather tidak sekadar merujuk pada tokoh mafia dalam film, tetapi menggambarkan pola kekuasaan yang terpusat pada satu figur dominan. Ia mencontohkan, sejumlah nama yang pernah sangat berpengaruh di masanya, seperti Pablo Escobar, Al Capone, Don Corleone, hingga Hitler, namun pada akhirnya tetap berlalu bersama zamannya.

"Para godfather memudar, sementara tatanan yang baik justru menetap. Karena itu kesetiaan kita semestinya pada nilai yang abadi, bukan pada figur yang fana," kata Sudirman Said, Minggu (14/6).

Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) itu menilai, kecenderungan mempersonifikasikan kekuasaan semakin kuat ketika politik kehilangan orientasi jangka panjang. Sebab, kini politik lebih dikuasai kepentingan jangka pendek dibanding kebijakan substantif.

"Di ruang yang miskin gagasan jangka panjang itulah sosok menggantikan sistem, dan loyalitas personal menggeser akuntabilitas publik," tutur Sudirman.

Menurutnya, etika bernegara memerlukan jangkar berupa spiritualitas. Namun spiritualitas yang dimaksud bukan sekadar ritual formal, melainkan sikap hidup yang membumi.

Ia mengingatkan agar pemimpin tidak terjebak pada pencitraan, tidak mempertontonkan belakang layar, serta menjaga konsistensi antara ucapan dan tindakan. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga tatanan dan memprioritaskan kepentingan rakyat.

"Spiritualitas itu garam, bukan gincu. Ia tidak terlihat, tetapi terasa. Pemimpin yang berspiritualitas bekerja dalam diam, bukan memanggungkan kesalehan," ujarnya.

Ia pun menegaskan, pilihan antara kultus individu dan penguatan institusi akan menentukan masa depan bangsa.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore