
Ilustrasi Beras. DPR mengkritik rencana pemerintah kembali melakukan impor beras. Hal itu jelas bisa merugikan para petani.
JawaPos.com - Komisi IV dan VI DPR kompak menolak kebijakan Pemerintah soal izin impor beras sebesar 1 juta ton. Komisi IV (yang membidangi pertanian) dengan Komisi VI (yang membidangi perdagangan) akan segera melakukan koordinasi dan rapat bersama untuk membahas masalah impor itu.
Wakil Ketua Komisi IV DPR Roem Kono menyebut, koordinasi dan rapat bersama itu penting untuk mencari solusi atas kebijakan impor tersebut. Sebab, kebijakan itu berdampak buruk para petani dan juga konsumen Indonesia.
Bagi petani, kebijakan itu bisa membuat harga beras hasil produksi mereka anjlok. Sedangkan bagi konsumen, kadang-kadang, kualitas beras impor itu buruk.
“Koordinasi lintas komisi ini diperlukan. Kami tidak ingin akibat kebijakan itu, petani atau pun konsumen dirugikan,” jelas Roem Kono, di Jakarta, Senin (27/8) dilansir RMOL.co (Jawa Pos Grup), Senin (28/8).
Dia pun mempertanyakan data yang dipakai Pemerintah untuk mengeluarkan izin impor tersebut. Sebab, berdasarkan data di Bulog, cadangan beras nasional masih aman. Jumlahnya di atas 1,5 juta ton.
Hasil kunjungan dia saat reses lalu juga menunjukkan bahwa pasokan dan harga beras di daerah aman-aman saja. “Kalau ada stok, jangan ada impor,” tegasnya.
Sementara Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto setuju dengan pernyataan Roem Kono. Kata dia, koordinasi dan rapat bersama antara Komisi IV dan Komisi VI memang diperlukan.
Alasannya, berdasarkan pengakuan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, keputusan impor tersebut dibuat berdasarkan rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution.
“Jadi, katanya, itu bukan semata-mata keputusan satu menteri. Disetujui seluruh menteri, baik Kemendag (Kementerian Perdagangan), Kementan (Kementerian Pertanian), juga Bulog. Jadi, kalau mau panggil, sekalian panggil semuanya. Termasuk Menko Darmin. Sebab, yang menyetujui di sini Darmin,” kata politisi PDIP ini.
Dengan rapat bersama itu, sambungnya, DPR bisa mengetahui secara valid dan komprehensif dasar Pemerintah memutuskan impor beras. Penjelasan yang diterima juga bisa utuh, tidak hanya berdasar satu versi.
“Apa dasar impor? Kenapa diputuskan impor segitu banyak? Tentu itu nanti bisa dijawab bersama. Karena kalau panggil satu-satu menteri, nanti saling menyalahan. (Kementerian) Perdagangan salahkan (Kementerian) Pertanian. (Kementerian) Pertanian juga salahkan (Kementerian) Perdagangan. Jadi saling menyalahkan. Kalau dipertemukan, tidak bisa lagi. Yang bisa jawab itu ya tim ekonomi itu,” pungkas dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022