
Ilustrasi kemacetan di jalan pantura dari Jakarta menuju Jawa Tengah menyusul penutupan jalan karena kebijakan satu arah menuju Jakarta
JawaPos.com - Akibat padatnya kendaraan arus balik yang melaju ke arah Jakarta dari Tol Cikopo- Palimanan (Cipali) hingga Tol Cikampek, pihak Kepolisian memberlakukan one way atau rekayasa lalu lintas satu arah dari Pejagan hingga Jakarta.
Kebijakan itu dilakukan guna mengurai tingginya bottleneck kendaraan yang masuk lewat tol arah Jakarta. Namun, imbasnya adalah kendaraan yang hendak menuju ke Cikampek hingga Cipali tak bisa melintas lewat tol seperti biasanya.
Bahkan, gerbang tol menuju Cikampek sudah ditutup dari Tol Dalam Kota tepatnya di ruas Cawang. Mau tidak mau pengendara yang hendak menuju Cikampek harus keluar tol untuk melewati jalan arteri Kalimalang, Bekasi, hingga Karawang dan seterusnya.
Firdaus,24, menuturkan, akibat adanya rekayasa one way dari Pejagan hingga Jakarta dirinya harus menempuh 11 jam perjalanan dari Jakarta ke Pekalongan. Padahal, normalnya perjalanan Jakarta hingga Pekalongan bisa ditempuh 6 sampai 7 jam saja jika kondisi jalan normal.
"Dari Jakarta jam 4 sore sampai di Pekalongan jam 3 pagi. Betul-betul lewat arteri (Pantura) karena tol ditutup," kata Firdaus kepada Jawapos.com di Jakarta, Rabu (20/6).
Mulanya, dia tak tahu jika Gerbang Tol menuju Cikampek ditutup. Sehingga Firdaus yang berdomisili di Bogor tetap melajukan mobilnya dengan percaya diri melalui Tol Jagorawi. Namun sesampainya di Ruas Cawang dan hendak masuk menuju ruas Jakarta-Cikampek, beberapa mobil polisi dan petugas dinas perhubungan menutup akses.
Alhasil dia harus keluar tol untuk menuju jalan arteri. Akan tetapi, kata Firdaus, kondisi kendaraan yang hendak menuju Cikampek juga nggak sedikit volumenya. Namun sebelumnya, menurut pengakuan Firdaus dirinya harus rela menunggu kepastian dari petugas tentang kapan kebijakan one way itu akan berakhir.
"Petugasnya sempet bilang kalau penutupan tol arah Cikampek bisa sampai pagi," tuturnya.
Lantaran ketidakpastian itulah akhirnya dia dan banyak pengendara lain memutuskan untuk lewat jalan arteri saja. Sebelumnya, Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya menuturkan, sistem satu jalur ini merupakan terpanjang dalam sejarah mudik di Indonesia.
Yang mana, sistem satu jalur mulai diberlakukan mulai mulai dari Pejagan Km 237 Tol Cipali hingga Jakarta Km 3. Ini terpaksa dilakukan karena terjadi penumpukan dan momen arus balik.
Akibatnya, kendaraan yang mengarah ke Pantura melalui jalan tol terpaksa dialihkan ke jalan arteri lantaran membludaknya kendaraan dari arah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
