Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juni 2018 | 16.30 WIB

Alhamdulillah, Semarang-Tangerang Selatan Tembus 11 Jam

Gerbang Tol ruas Palimanan yang terpantau, Selasa (19/6) malam - Image

Gerbang Tol ruas Palimanan yang terpantau, Selasa (19/6) malam

JawaPos.com - Berbeda dengan Firdaus, 24, yang harus berjuang menembus Jakarta-Pekalongan lewat jalan nasional Pantura selama 11 jam. Hal yang berbeda dialami Irfan, 21, bersyukur bisa lolos dari kemacetan saat balik ke Jakarta usai bersilahturahmi bersama keluarga ke Jogjakarta dan Semarang.


"Alhamdulilah, dari Semarang ke Serpong cuma 11 jam. Dua tahun lalu, saat balik pernah 23 jam untuk sampai Serpong dari Jogja," ucap Irfan kepada JawaPos.com, Rabu (20/6).


Ia mengaku surprise karena prediksi dari sejumlah media online yang bersumber dar pejabat terkait, puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 18 dan 19 Juni 2018.


Menurutnya, salah satu faktor yang membuat dirinya lolos dari kemacetan adalah kebijakan satu atah (one way) yang diterapkan Kepolisian saat memasuki tol Kanci-Pejagan.


"Sekitar jam 4 sore saya masuk ke rest area di KM 208 lalu lintas masih dua arah. Saat usia istirahat dan kembali ke melanjutkan perjalanan, jalan sudah satu arah menuju Jakarta," katanya.


Di ruas itu pula, kendaraan yang dilajunya diarahkan petugas kepolisian untuk masuk jalur sisi Kanci-Pejagan, karena kebijakan satu arah sudah diberlakukan.


"Dari ruas tol Kanci-Pejagan hampir 200 kilometer ditempuh tak lebih daroi 4 jam," katanya.


Dirinya mengaku beruntung ikut saran aparat polisi masuk ke jalur sisi kanan, karena di jalur ruas normal, arus balik kendaraan yang menuju kendaraan banyak menghadapi hambatan dan kemacetan saat melewati setiap rest area. "Berbeda menempuh di jalur sisi kanan, karena rest area ada di sisi kanan, polisi menutup rest area, sehingga kendaraan yang menuju Jakarta relatif lancar," kanya.


Diungkapkan, kebijakan satu arah berakhir di gerbang tol Cikarang Utama. "Kendaraan menuju Jakarta, hanya diberikan satu jalur layaknya contra flow dengan dibatasi pembatas," katanya.


Rekayasa contra flow dari Gerbang Cikarang Utama diterapkan kepolisian hingga KM 3 di Cawang. "Petugas kepolisian dan Jasa Marga bersiaga untuk mengatur arus contra flow masuk ke jalur normal untuk masuk ke tol dalam kota Jakarta sehingga arus lalu lintas Jakarta," katanya.


Dijelaskan, jalur tol dalam kota dan tol Jakarta-Tangerang, Selasa (19/6), malam relatif lancar sehingga dirinya bisa sampai di rumah di bilangan Serpong dalam waktu tempuh 11 jam dari Semarang. "Alhamdulillah lancar. Tapi, sepanjang jalan sisi jalan tol di sisi kiri tetap macet, khususnya saat pertemuan di Cikampek karena ada pertemuan kendaraan dari Cipali dan tol Purbalenyi," pungkasnya.



Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore