
Imunisasi MR di Aceh berjalan tidak mulus. Peserta yang mengikuti hanya 7 persen dari target yang diharapkan. Hal itu mengakibatkan anak-anak bumi serambi Makkah itu terancam kena rubela.
JawaPos.com - Meski sudah digratiskan atau masuk program nasional Pemerintah, tak semua masyarakat mau mengikuti imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) atau yang dikenal campak rubella. Sedikitnya masih ada delapan provinsi dengan angka cakupan imunisasi MR masih di bawah 40 persen.
Padahal tak hanya anak-anak, semua orang juga wajib diimunisasi MR sekalipun saat dewasa. Maka ketika dewasa, pemberian vaksin harus diulang.
Disease Prevention Expert yang juga CEO dari In Harmony Vaccination, dr. Kristoforus Hendra Djaya SpPD menjelaskan virus campak bisa membuat anak meninggal dunia. Hal itu disebabkan daya tahan tubuh yang buruk, gizi rendah, dan tingkat kekebalan tubuhnya tidak maksimal.
"Bisa (meninggal). Dan memang pada yang kekebalannya rendah akan menyebabkan gejala dan komplikasi yamg lebih berat hingga kematian," kata Kristoforus kepada JawaPos.com,
Jumat (14/9).
Menurutnya, imunisasi MR sangat penting sehingga harus menjadi perhatian bagi orang tua. Imunisasi dapat memberikan kekebalan yang sangat tinggi, hingga lebih dari 90 persen.
Namun vaksinasi harus dilakukan berulang. Selain anak-anak, orang dewasa yang belum pernah divaksin juga perlu mendapatkan vaksinasi MR, terutama bagi ibu hamil. Hanya saja, vaksin ini tidak boleh diberikan saat seseorang hamil, melainkan sebelum hamil.
"Namun tidak cukup waktu kecil saja, perlu ada pengulangan," tegasnya.
Masalah yang terjadi di Indonesia, kata dia, banyak orang tua yang lupa bahwa setelah akan masuk sekolah harus diulangi lagi vaksinnya. Menurutnya, virus campak tak dapat dihindari jika anak-anak belum kebal terhadap virusnya.
"Ya enggak bisa dihindari virusnya jika masih ada anak-anak yang belum kebal," katanya.
Menurut Kristoforus, sebetulnya tak hanya MR, tetapi ada banyak penyakit yang bisa diproteksi pada orang dewasa. Kristoforus menjelaskan vaksin untuk orang dewasa ada 16-17 vaksin dengan jadwal yang berbeda. Komposisi vaksin pria dan wanita sama saja, namun dibedakan oleh usia. Dengan divaksin, kata dia, maka tubuh akan membuat benteng pertahanan sebelum virus atau kuman masuk.
"Jadi tubuh membentengi, tentu bukan berarti kita tidak kena sama sekali. Tetap bisa kena virus, tapi kemungkinan jadi lebih kecil," ujarnya.
Kristoforus mendorong agar orang dewasa mulai sadar sejak saat ini pentingnya vaksinasi. Sebab, lanjutnya, mencegah lebih baik daripada mengobati.
"Memang imunisasi atau vaksinasi itu kan pencegahan, jadi ngomongin antisipasi sebelum terjadi, itu belum jadi budaya Indonesia. Maka harus bangun kesadaran untuk edukasi," jelasnya.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
