
ACT mendistribusikan bantuan berupa kebutuhan dasar untuk korban banjir Samarinda, Kalimantan Timur. (Istimewa)
JawaPos.com - Hujan lebat melanda Kota Samarinda sejak Kamis (6/6). Akibatnya, sungai pasang dan menyebabkan banjir bandang hampir di seantero kota. Berdasarkan data dari BPBD Kota Samarinda terdapat 13 kelurahan, 5 Kecamatan, 17.485 KK, dan 56.123 jiwa yang menjadi korban terdampak banjir.
Merespons bencana tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) hadir melakukan pendampingan hingga hari ke-8 pasca Lebaran Idul Fitri ini. ACT mendistribusikan bantuan berupa kebutuhan dasar.
Ketua MRI-ACT Kaltim Nuraini mengatakan, timnya telah mendistribusikan ribuan makanan siap santap, obat-obatan, dan bantuan logistik lainnya ke titik-titik bencana. “Lebih dari 700 nasi bungkus sudah dibagikan hari ini. Kebutuhan yang masih dibutuhkan adalah perlengkapan bayi dan obat-obatan,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Jumat (14/6).
Photo
Posko ACT yang menyediakan bantuan berupa kebutuhan dasar untuk korban banjir Samarinda, Kalimantan Timur. (Istimewa)
Respons bencana yang dimaksimalkan tim ACT dan MRI pun dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Suminah, 95, yang tinggal di Jalan Gelatik, Gg Titian 2, salah satunya. Dia mengungkapkan bahwa tinggi banjir lebih dari satu meter yang telah menggenang rumahnya membuat aktivitas kesehariannya lumpuh.
“Kegiatan saya sehari-hari biasanya jualan sayur, kue, atau apa saja. Banjir sebelumnya nggak pernah separah ini, biasanya nggak sampai ngungsi. Saya di sini nggak ada keluarga, nggak punya anak, saya sendirian di sini. Saya sering dibantu-bantu dengan tetangga saya, kalo sekarang pas banjir Alhamdulillah, sering dibantu-bantu tim di posko ini. Alhamdulillah semua kebutuhan terpenuhi, kayak makanan, obat-obatan,” ungkapnya.
Hingga kini, pemerintah setempat memberikan peringatan dini kepada warga Samarinda untuk terus waspada hujan deras disertai angin kencang dan kilat atau petir di wilayah Samarinda, terutama pagi hingga siang hari. Selain itu, masa tanggap darurat pun diperpanjang hingga 21 Juni 2019.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
