
Novel baswedan (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Amnesty International Indonesia berencana membawa kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan ke Kongres Amerika Serikat atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keputusan ini diambil sebagai bentuk keprihatinan karena tak kunjung ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, adanya wacanan tersebut tidak akan mengganggu pekerjaan tim teknis untuk menindaklanjuti temuan Tim Pencari Fakta (TPF). Hal-hal di luar itu, tidak menjadi fokus dari tim teknis.
"Nggak ada kaitannya. Tim teknis tetap fokus dalam upaya penegakan hukum sesuai dengan fakta hukum yang ditemukan," ujar Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (30/7).
Lebih lanjut, Dedi mengatakan pembentukan tim teknis sudah hampir rampung. Hampir 90 personil terbaik dipilih untuk mengungkap kasus Novel. Dengan kekuatan ini diharapkan kasus bisa segera dipecahkan. "(Tim teknis) bekerja mulai Agustus," tambahnya.
Karopenmas Brigjen Dedi Prasetyo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Karopenmas Brigjen Dedi Prasetyo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Sementara itu, terkait tenggat waktu 3 bulan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Polri untuk menuntaskan kasus ini, Dedi tetap optimis bisa memenuhinya. "Insya Allah mohon doanya masyarakat untuk mensupport tim agar hasilnya maksimal," pungkasnya.
Sebelumnya, Tim Pencari Fakta (TPF) menduga kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan berkaitan dengan setidaknya 6 kasus high profile yang ditangani korban. Oleh karena itu TPF mendorong agar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membentuk tim teknis guna mengungkap kasus ini.
Selain itu rekomendasi ini juga berdasarkan adanya fakta satu orang tidak dikenal mendatangi rumah Novel pada 5 April 2017. Ditambah pada sehari sebelum peristiwa penyiraman ada dua orang tidak dikenal yang duduk di dekat tempat wudhu Masjid Al-Ikhsan tempat Novel melaksanakan salat subuh saat penyerangan terjadi.
Dari temuan itu, TPF meminta Polri membentuk tim teknis untuk mendalami temuan tersebut. Pemrintaan itu pun diamini oleh Polri. Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis ditunjuk untuk memimpin tim ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
