
CEO Lippo Group James Riady usai diperiksa KPK selama 9 Jam terkait dugaan suap perizinan KPK.
JawaPos.com - James Riady akhirnya rampung menjalani proses pemeriksaan setelah selama hampir 9 jam. CEO Lippo Group itu dicecar berbagai pertanyaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
James diketahui diperiksa terkait kasus dugaan suap izin pembangunan proyek Meikarta untuk 9 orang tersangka lainnya. Salah satunya Bupati Bekasi Neneng Hasanah.
Saat hendak meninggalkan lembaga antirasuah ini, James sempat berkomentar terkait proses pemeriksaan yang telah dijalaninya. Dia mengaku semua informasi yang diketahuinya sudah disampaikan kepada Penyidik KPK, karena ada sekitar 59 pertanyaan yang ditanyai Penyidik padanya yakni mencakup segala hal.
"Saya berikan semuanya itu (jawaban) dengan penuh kooperatif. Saya sungguh apresiasi sikap KPK yang begitu profesional dan ramah. Selanjutnya saya akan terus kooperatif," ujar James saat keluar gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa malam (30/10).
Namun, James enggan merinci 59 pertanyaan apa saja yang dicecar penyidik kepadanya. Yang pasti, diakuinya dia akan berusaha mendukung KPK dalam memproses kasus hukum.
"Saya akan mendukung KPK dalam melaksanakan tugasnya dan setiap saat pun saya bersedia memberikan pernyataan lagi," imbuhnya.
Lebih lanjut, James juga membantah bahwa dirinya terlibat dalam perkara suap yang melibatkan Neneng Hasanah Yasin, yang kini sudah mendekam di rutan KPK lantaran diduga menerima suap perizinan Meikarta.
Menurut James, jika dirinya masih disinggung bahwa terlibat dalam suap ini, maka pihak lain bisa langsung menanyai kepada lembaga yang digawangi Agus Rahardjo cs ini.
"Izinkan saya menyampaikan bahwa saya pribadi tidak mengetahui dan tidak ada keterlibatan dengan kasus suap yang di Bekasi," pungkasnya.
Sekadar informasi, pada Jumat, (26/10), Febri menyebut KPK sudah menggeledah sebanyak 12 lokasi di daerah Bekasi dan Tangerang terkait perkara yang membelit 9 tersangka.
"KPK sita catatan keuangan, dokumen terkait proyek, kontrak-kontrak, hingga uang," tuturnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah memeriksa sebanyak 33 saksi selama seminggu belakangan ini terkait kasus Meikarta.
"Memeriksa pejabat Dinas di Pemkab Bekasi, Preiden Direktur dan pegawai Lippo, termasuk sejumlah pegawai di Bidang Keuangan dan pensiunan PNS," imbuhnya.
Hal tersebut perlu dilakukan karena sebut mantan aktivis ICW ini ada lima hal yang sedang difokuskan dan didalami oleh penyidik. Salah satu halnya yakni perihal alur dan proses perizinan Meikarta dari perspeksif aturan dan prosedur di Pemkab Bekasi.
"Proses rekomendasi tahap satu dari Pemprov Jawa Barat pada Pemkab Bekasi terkait proses perizinan Meikarta, Alur dan proses internal di Lippo terkait dengan perizinan Meikarta, Sumber dana dugaan suap terhadap Bupati Bekasi dan yang lainnya dan mendalami apakah ada atau tidak ada perbuatan korporasi," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022