
Ledakan bom diduga terjadi sekitar pukul 10.28 WITA di depan Gereja Katedral yang berlokasi di Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. istimewa
JawaPos.com - Amnesty International Indonesia mengutuk keras ledakan bom di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Penyerangan dan pembunuhan tersebut dinilai tidak pernah dapat dibenarkan.
"Penyerangan dan pembunuhan secara sengaja terhadap laki-laki, perempuan dan anak-anak yang sedang menjalani kehidupan sehari-hari tidak pernah dapat dibenarkan. Ini adalah bentuk penghinaan berat terhadap prinsip-prinsip fundamental hak asasi manusia," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid dalam keterangannya, Minggu (28/3).
Usman menegaskan, mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan dalam persidangan yang memenuhi standar internasional, tentang keadilan dan tidak berakhir dengan penerapan hukuman mati.
Baca Juga: Dugaan Bom Bunuh Diri Katedral Makassar, Potongan Tubuh Ditemukan
Meski pun belum ada kelompok yang mengklaim tanggung jawab untuk serangan bom tersebut, sambung Usman, serangan itu dinilai merupakan sebuah pelanggaran nyata terhadap hukum nasional dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) untuk hidup, hak untuk berpikir, berkeyakinan dan beragama.
"Pihak berwenang Indonesia wajib untuk segera menjalankan investigasi yang imparsial dan semaksimal mungkin dalam rangka membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan, sambil memastikan bahwa respon tersebut sesuai dengan kewajiban Indonesia di bawah hukum hak asasi manusia internasional," tegas Usman.
Sebelumnya, Polda Sulawesi Selatan membenarkan terjadi ledakan di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Peristiwa ledakan itu diduga merupakan bom bunuh diri
Peristiwa ledakan itu diduga terjadi sekitar pukul 10.28 WITA di depan Gereja Katedral yang berlokasi di Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Iya betul. Sementara saya lagi menuju kesana. Jadi belum bisa kasih keterangan lebih lanjut, jadi hanya membenarkan saja," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan dikonfirmasi.
Zulpan belum bisa menjelaskan rinci terkait peristiwa tersebut. Meski demikian, dia membenarkan terdapat seorang yang meninggal dunia akibat ledakan itu.
"Kita baru dapat info juga ya. Informasi ada yang meninggal dunia," tandas Zulpan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=rW0gsjubesY

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
