
Tim Jibom dari Polda Papua melakukan penyisiran dan sterilisasi lokasi ledakan di Biak Numfor yang memakan korban. (Polda Papua)
JawaPos.com - Polda Papua telah menurunkan Tim Pejinak Bom (Jibom) dari Detasemen Gegana ke lokasi ledakan di Komplek Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Berdasar penyisiran yang berlangsung pada Senin (1/6), tim tersebut menemukan 1 granat nanas yang sudah dimodifikasi.
Tidak hanya itu, Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menyampaikan bahwa polisi menemukan 2 proyektil yang amunisinya sudah diambil dengan cara paksa menggunakan gerinda. Temuan-temuan itu sudah diamankan untuk mencegah berulangnya ledakan.
Selain penyisiran, turut dilakukan sterilisasi di lokasi ledakan itu. Apalagi setelah ditemukannya granat nanas dan proyektil. Menurut Ari, itu memperkuat dugaan bahwa masih ada material berbahaya di area sekitar lokasi ledakan. Karena itu, proses sterilisasi dan penyisiran dilakukan secara menyeluruh.
”Kami berharap proses sterilisasi dapat berjalan maksimal sehingga pencarian korban yang masih belum ditemukan dapat dilakukan dengan aman. Setiap temuan benda mencurigakan atau material peledak agar diberikan penanda sehingga memudahkan tim gabungan dalam melakukan evakuasi dan pencarian,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa (2/6).
Dalam keterangan yang sama, Wadanki Brimob Kompi 4 Batalyon A Iptu Hidayatullah Bauw menyatakan bahwa area lokasi ledakan harus tetap steril dan tidak boleh dimasuki oleh masyarakat. Itu berlaku selama proses pemeriksaan berlangsung.
”Kami mengimbau masyarakat tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi, karena masih berpotensi membahayakan keselamatan. Tim Jibom akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima oleh tim di lapangan, kawasan sekitar lokasi ledakan memang satu area dengan sejumlah bunker dan lubang peninggalan masa perang. Polisi menduga, di lokasi tersebut masih tersimpan banyak material berbahaya.
Karena itu, proses sterilisasi harus dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan khusus dan sesuai standar penanganan bahan peledak. Polda Papua mengimbau masyarakat tidak menyentuh, memindahkan, ataupun membongkar benda-benda yang dicurigai sebagai sisa peninggalan perang.
Jika menemukan benda-benda mencurigakan tersebut, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat kepolisian terdekat. Sehingga dapat ditangani oleh personel yang memiliki keahlian khusus. Polda Papua memastikan, proses sterilisasi akan terus dilakukan sampai seluruh lokasi dinyatakan aman.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
