Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 November 2020 | 20.39 WIB

Kepulangan Rizieq Timbulkan Klaster Covid-19, Kapolda: Masa Saya Diam?

Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran (kanan) dan Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah (kiri) usai mempimpin rapat koordinasi kesiapan pengamanan sidang perdata sengketa kepengurusan Yayasan Setia Hati Terate di Madiun pada Rabu ( - Image

Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran (kanan) dan Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah (kiri) usai mempimpin rapat koordinasi kesiapan pengamanan sidang perdata sengketa kepengurusan Yayasan Setia Hati Terate di Madiun pada Rabu (

JawaPos.com - Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shibab ke Tanah Air dinilai justru menimbulkan klaster baru Covid-19. Karena setiap acara yang dilakukan Rizieq Shihab selalu mengundang kerumunan massa.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran mengatakan kepulangan Rizieq Shihab telah menghancurkan upaya pemerintah dalam menangani Covid-19. Menurutnya, acara yang dilakukan HRS telah membuat kerumunan massa dan menyebabkan klaster baru penyebaran Covid-19.

"Nah, tiba-tiba datang bikin kerumunan. Hancur semuanya. Lah terus, masa saya harus diam saja?" kata Fadil Imran seperti dikutip Radar Tegal (Jawa Pos Group), Jumat (26/11).


Menurutnya, kerumunan massa itu membuat usaha pemerintah memerangi COVID-19 menjadi sia-sia. Padahal, pemerintah telah menggelontorkan dana besar yang mencapai Rp 685 triliun. "Itu kalau bikin pondok, enggak tau deh sudah berapa pondok (yang terbangun)," terangnya

Mantan Kapolda Jawa Timur itu menyebut pihaknya tak pernah melarang aktivitas dakwah atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, syaratanya acara tersebut tidak melanggar protokol kesehatan. Dia pun mencontohkan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Jawa Timur beberapa waktu lalu. Acara itu diikuti oleh ribuan orang. Namun, tidak melanggar protokol kesehatan, karena dilakukan secara daring.

"Jadi semua kembali ke niatnya. Kalau niatnya buat kemaslahatan, buat kebaikan, dan tebar kasih sayang. Kalau niatnya buruk, kalau dibungkus pakai apa pun seolah-olah itu baik, cover akhlak, agama, ya akal sehat pasti bisa mengatakan," ucapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=lR-GtohKy6k&t=28s

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore