
Masyarakat yang terlibat perang antara warga saat membawakan senjata tradisional. Marius Frisson Yewun/Antara
JawaPos.com–Masyarakat Kampung Meagama, Distrik Hubikosy dan Kampung Wukahilapok, Distrik Pelebaga, Kabupaten Jayawijaya, Papua, sepakat menghentikan perang tradisional yang mengakibatkan delapan orang luka-luka dan sejumlah rumah adat dibakar.
Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen seperti dilansir dari Antara di Wamena mengatakan, mediasi perwakilan tokoh kedua kampung sudah dilakukan. ”Sudah ada kesepakatan damai atau meletakkan busur panah dan tidak berperang,” kata Dominggus Rumaropen pada Minggu (23/8).
Dominggus mengatakan, selanjutnya denda adat terkait pembunuhan antara kedua pihak akan diselesaikan secara adat di rumah adat (honai). ”Denda adat dan sebagainya akan dibawa ke honai kemudian mereka akan bicara (menyelesaikan),” terang Dominggus Rumaropen.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
