
Direktur Lokataru Haris Azhar didampingi kuasa hukum tiba untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/3/2022). Haris Azhar menjalani pemeriksaan perdana pascaditetapkan sebagai tersangka bersama Koordinator KontraS Fatia Maulidiya
JawaPos.com - Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti memenuhi panggilan sebagai tersangka di Mapolda Metro Jaya kemarin (21/3). Dua aktivis hak asasi manusia (HAM) itu dicecar pertanyaan yang lebih detail terkait dengan materi penyidikan dugaan pencemaran nama baik Luhut Binsar Pandjaitan. Khususnya yang berkaitan dengan hasil kajian sembilan organisasi masyarakat sipil soal relasi ekonomi dan operasi militer di Intan Jaya, Papua.
Berdasar pantauan Jawa Pos, Haris dan Fatia tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya pada pukul 10.20. Haris langsung masuk ke ruang pemeriksaan. Fatia menyusul diperiksa sekitar pukul 14.00. Pemeriksaan keduanya baru selesai pada pukul 19.30. ”Ada lebih dari 30 pertanyaan,” kata Haris setelah diperiksa.
Direktur Lokataru Foundation itu menjelaskan, pertanyaan penyidik tidak spesifik berkaitan dengan hasil kajian sembilan nongovernmental organization (NGO). Penyidik lebih banyak bertanya mengenai produksi konten YouTube. ”Nggak ada pertanyaan spesifik soal materi riset,” ujarnya.
Meski begitu, Haris tetap menjelaskan hasil riset sembilan NGO tersebut kepada penyidik agar substansi pembicaraan di YouTube tentang relasi bisnis pertambangan dan operasi militer di Papua bisa masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
Photo
Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti tiba untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/3/2022). Fatia Maulidiyanti menjalani pemeriksaan perdana pasca ditetapkan sebagai tersangka bersama Haris Azhar dalam kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Luhut Binsar Pandjaitan yang diunggah melalui akun Youtube Haris pada 20 Agustus 2021. (FOTO: MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
Fatia dimintai keterangan tentang riset yang menjadi pembahasan dalam konten YouTube bertajuk Ada Lord Luhut Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer di Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!! tersebut. ”Pada intinya, semuanya dapat dijawab dan dibuktikan,” kata koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) tersebut.
Nurkholis Hidayat, kuasa hukum Haris Azhar, mengungkapkan bahwa pihaknya kembali mendatangi Mapolda Metro Jaya besok (23/3). Rencananya, nama sembilan pemimpin NGO yang melakukan riset itu didaftarkan sebagai saksi. ”Tentu penjelasan-penjelasan detail (dari pimpinan NGO) itu perlu kami lampirkan supaya kepolisian bisa segera menindaklanjutinya,” tutur pendiri Lokataru Foundation tersebut.
Keterangan pimpinan NGO itu juga akan menjadi bagian dari upaya pelaporan Haris-Fatia dkk terkait dengan skandal kejahatan ekonomi yang dilakukan Luhut. ”Konflik kepentingan Pak Luhut saat menjadi Plt menteri ESDM juga diterangkan saksi-saksi nanti,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022