alexametrics

Saksi Sebut Adik Ipar Nurhadi Sebagai Pengacara Top

20 November 2020, 16:38:50 WIB

JawaPos.com – Legal Adviser PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Onggang JN menyampaikan, ada pengacara top yang diminta mengurus perkara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) mengenai gugatan perjanjian sewa-menyewa depo container milik PT KBN seluas 57.330 meter persegi dan 26.800 meter persegi. Pengacara top itu adalah Rahmat Santoso yang merupakan adik ipar Nurhadi.

“Yang upaya hukum PK (Peninjauan Kembali) ini yang menangani Pak Rahmat Santoso,” kata Onggang saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (20/11).

“Saya ketemu Pak Rahmat dengan Pak Wisnu (FX Wisnu Pancara, Legal Manager PT MIT). Ini ada pengacara dari Surabaya yang akan menangani PK,” sambungnya.

Tak puas atas pernyataan Onggang, Jaksa mencecar soal maksud pengacara top yang diutarakan Hiendra. Terlebih, Hiendra sendiri merupakan tersangka penyuap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

“Apa ada penyampaian dari Pak Hiendra yang lebih spesifik, soal pengacara top?,” tanya Jaksa.

“Ya, jadi Pak Hiendra ini kan dekat dengan saya, beliau ini (Rahmat) yang dia sukai yang dibilang profesional atau dianggap punya kualitas, sehingga disampaikan top kalau emang dirasa punya kualitas,” tandas Onggang.

Baca juga: Nama Iwan Bule dan BG Disebut dalam Sidang Nurhadi

Dalam perkara ini, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima gratifikasi sejumlah Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Selain itu, Nurhadi dan menantunya juga turut didakwa menerima suap Rp 45.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Uang suap tersebut diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN), terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer.

Atas perbuatannya, Nurhadi dan Rezky didakwa melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads