
Juru Bicara KPK, Febry Diansyah. Febry mengisyaratkan jika lembaganya memiliki bukti lain terkait pertemuan antara Neneng dan James Riyadi
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami pertemuan antara CEO Lippo Group James Riady dengan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin. KPK mengklaim punya bukti yang berkaitan dengan pembahasan kasus suap proyek Meikarta.
"Benar ada dugaan komunikasi antara bupati dengan pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini. Apakah terkait dari Lippo Group misalnya? Tentu belum bisa saya sampaikan saat ini," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada awak media Selasa (13/11).
Lebih lanjut, dia menjelaskan pihaknya juga tengah mendalami konteks dari pertemuan yang disebutkan James usai diperiksa. Sekalipun James mengaku pertemuan itu dalam rangka menjenguk Neneng usai melahirkan.
"Silakan saja kalau saksi mengatakan alasannya silaturahmi atau mengatakan mengunjungi setelah melahirkan, ya itu silakan saja. KPK tentu punya bukti lain atau dari saksi lain atau dari alat bukti yang lain," imbuhnya.
"Itu yang kita dalami, konteksnya apa pertemuan tersebut. Apakah memang ada atau tidak ada pembicaraan terkait proyek Meikarta misalnya. Tentu itu menjadi poin yang kami dalami terhadap saksi James Riyadi atau terhadap bupati sendiri," tegasnya.
Selain itu, Febri menuturkan, pertemuan tersebut juga menjadi salah satu alasan lembaga antirasuah melakukan penggeledahan di kediaman James beberapa waktu lalu.
"Karena ada dugaan keterkaitan dalam hal pertemuan tersebut, maka kita perlu melakukan pencarian bukti-bukti. Sehingga saat itu dilakukan penggeledahan di sejumlah lokasi termasuk rumah James Riady," terang Febri.
Sebelumnya, James mengaku pernah bertemu dengan Neneng pada akhir 2017 untuk bersilaturahmi. Hal itu diungkapkannya saat dipanggil menjadi saksi dalam kasus dugaan suap proses perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, petinggi Lippo Group Billy Sindoro dan tujuh orang lainnya sebagai tersangka.
Neneng dan para kepala dinas diduga dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Hingga saat ini, menurut KPK, baru terjadi penyerahan Rp 7 miliar.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
