
Novel Baswedan saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran jam waktu penyerangannya
JawaPos.com - Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid menanggapi tim gabungan yang dibentuk Polri untuk mengusut kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Tim ini berjumlah 65 anggota dengan didominasi pihak Polri dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebagai penanggungjawab.
Usman menilai tim gabungan itu kurang memenuhi tiga prasyarat bagi sebuah tim pencari fakta. Sebab, menurutnya tim bisa memenuhi persyaratan seperti independensi keanggotaan, mandat yang kuat, serta partisipasi masyarakat sipil.
"Agak sulit untuk mengharapkan bahwa tim ini dapat efektif dalam mengungkap dalang penyerang Novel," ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (12/1).
Dia pun meminta agar masyarakat bisa berpartisipasi untuk mengawasi dan mengontrol jalannya tim ini dalam menuntaskan kasus Novel. Karena menurutnya beberapa nama yang mencuat sudah menjadi tim selama ini. Jadi tidak ada perubahan yang berarti.
"Masyarakat juga sambil terus menyuarakan perlunya TGPF di bawah langsung presiden," ujarnya.
Dia pun menduga pembuatan tim bisa saja bermaksud meredam suara dari masyarakat yang semakin kritis atas kinerja kepolisian dan pemerintah pada kasus Novel.
"Jika ada kesungguhan, maka tim yang sebesar itu sebenarnya bisa membongkar pelaku dan dalang penyerangan terbatas Novel dalam waktu singkat, misalnya 14 hari kerja," tukasnya.
Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia membuat tim gabungan dan penyidikan untuk membongkar kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun turut menjadi penanggung jawab atas pembentukannya.
Selain nama Kapolri, di surat tugas Nomor Sgas/3/I/Huk.6.6./2019 tertanggal 8 Januari 2019 itu, ada pula nama Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto selaku wakil penanggung jawab. Juga Irwasum Komjen Putut Eko Bayuseno, Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto, dan Kadivpropam Irjen Listyo Sigit Prabowo yang bertugas memberikan asistensi.
Adapun tim ini diketuai Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz dan wakilnya, Karobinops Bareskrim Polri Brigjen Nico Afinta. Lalu, Brigjen Wahyu Diningrat selaku Kasubdit Analisis dan Evaluasi, Irjen Dedi Mohammad Iqbal sebagai Kasubdit Humas.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
