
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam acara Rakornas dan penandatanganan komitmen implementasi pendidikan antikorupsi, di Jakarta, Selasa (11/12)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar acara rapat koordinasi nasional (rakornas) dan penandatanganan komitmen implementasi pendidikan antikorupsi. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Nantinya, akan ada proses penandatanganan komitmen implementasi pendidikan antikorupsi oleh Ketua KPK, Kemendagri, Kemenristek, Kemendikbud dan Kemenag.
Saut dalam sambutannya berharap, sejak dini karakter berintegritas bisa ditanamkan ke anak-anak dengan berbagai macam cara.
"Mari kita mulai dari awal membangun karakter anak-anak agar berintegritas dari awal, dari nol supaya mereka berintegritas. Setiap tahun kami membuat karakter dengan berbagai cara," ungkapnya di hotel Kartika Candra, Selasa (11/12).
Adapun menurut Saut, berbagai cara yang bisa diterapkan untuk membuat anak-anak memiliki sifat baik, seperti guru-guru di sekolah menanamkan kebaikan agar generasi mendatang bisa menjadi orang berguna.
"Dan itu lah kurikulum yang harus kita ciptakan, orang yang ramah, sopan, sangat rendah hati, menolong orang lain, penyayang, itu kan sifat-sifat ilahi. Kita bukan menciptakan orang setengah dewa lagi, Pak, kita menciptakan orang mirip Tuhan sekarang. Kalau enggak dilakukan kita enggak mampu bersaing. Kita akan membentuk orang-orang yang datang dalam bentuk kotak-kotak tadi," jelasnya.
Selain itu, Saut ingin agar pihak terkait bisa mengajarkan anak-anak bersaing dengan orang-orang dari negara lain di masa depan. Saut menyebut sekolah menjadi salah satu tempat yang sangat menentukan karakter anak bangsa.
"Saya mengatakan kalau umpamanya karakter kita lakukan dalam awal bangsa ini terbentuk di situ bicara hak dan kewajiban terhadap lingkungannya. Kita nggak mau mata pelajaran ini, suatu saat kita sudah pensiun semua, sekali lagi mari kita buat integritasnya yang benar," tukasnya.
Di lain sisi, dengan adanya penandatangan integritas itu, Saut berharap dapat membuat anak-anak di Indonesia berintegritas, memiliki kejujuran dan tidak mudah hilang.
Terakhir, mengenai nilai integritas, Saut menjelaskan bahwa KPK memiliki 9 poin dalam membentuk kepribadian seseorang. Dia berharap hal itu juga bisa diterapkan dalam pendidikan anak-anak guna mewujudkan pendidikan antikorupsi.
"Yang saya sebutkan tadi mulai dari jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab, sederhana, adil, berani, disiplin dan kerja keras tadi itu 9 nilai di KPK. Apakah orang kalau memiliki 9 nilai itu dia jadi memperlemah dirinya? menjadi tidak punya daya saing di negara kita," kata Saut.
"Jujur, mandiri, berani, tanggungjawab, sederhana, adil, kami menyebutnya 9 nilai di KPK. Nanti akan kami ajarkan mulai dari SD sampai pensiun. Bahannya sudah disiapkan. KPK masuk ke dalam 9 nilai itu. 9 nilai itu kami menyebutnya integritas," pungkasnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
