
MEMBARA: Halte Transjakarta di Bundaran HI dibakar massa saat aksi menolak omnibus law di Jakarta, Kamis (8/10). Vandalisme yang menyerai demonstrasi juga terjadi di berbagai kota di tanah air. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
JawaPos.com – Gelombang penolakan terhadap Undang-Undang (UU) Cipta Kerja terus meluas. Mahasiswa, serikat pekerja, dan berbagai elemen masyarakat kemarin turun ke jalan. Di beberapa daerah, demonstrasi berakhir dengan kerusuhan.
Pemicunya diduga adanya penyusup yang memanfaatkan aksi demo untuk memperkeruh suasana.
Di Jakarta, setidaknya terdapat lima titik aksi pembakaran dan perusakan kendaraan. Polda Metro Jaya menduga aksi itu dilakukan kelompok anarko. Pantauan Jawa Pos kemarin siang, pembakaran terjadi di pos polisi Patung Kuda dan Harmoni. Lalu, sorenya api membakar dua halte bus Trans Jakarta di Sarinah dan Bundaran HI.
Perusakan mobil polisi juga terjadi di Tangerang. Hingga kemarin belum diketahui siapa pelaku kerusuhan tersebut. Namun, selama ini kelompok anarko disebut polisi sebagai kelompok yang berupaya membuat kerusuhan. Kamis lalu Polda Metro Jaya menangkap 40 orang yang diduga angota kelompok anarko. Jumlah yang ditangkap terus meningkat hingga sore. Menurut Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus, hingga pukul 17.00, yang diamankan hampir 500 orang. ’’Sebagian diduga adalah kelompok anarko, bukan mahasiswa dan buruh,’’ paparnya kemarin.
Karena itu, polisi menduga pembakaran dan perusakan di Jakarta juga dilakukan kelompok anarko. ’’Ada arah ke anarko ini,’’ papar mantan Kabidhumas Polda Jawa Barat tersebut.
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menampik kabar keterlibatan mahasiswa dalam aksi anarkistis kemarin (8/10). Koordinator Media BEM SI Andi Khiyarullah menuturkan, mahasiswa mulai menarik diri sejak sore setelah terjadi chaos. Mahasiswa ditarik mundur pukul 15.30 WIB untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tak berselang lama, pukul 16.30 WIB, seluruh massa BEM SI ditarik mundur. ”BEM SI satu komando, tarik mundur setelah chaos,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut Jokowi mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk membatalkan UU Cipta Kerja. ”Kami sepakat menolak dan mengusahakan alternatif lain seperti judicial review dan mendesak presiden mengeluarkan perppu,” tegasnya.
Surabaya
Photo
MEMANAS: Aksi di depan Grahadi, Surabaya, Kamis (8/10). Sempat ada ketegangan antara demonstran dan aparat. (ALLEX QOMARULLLA/JAWA POS)
Di Surabaya, unjuk rasa juga diwarnai perusakan sejumlah fasilitas publik. Termasuk mobil operasional Polda Jatim. Demonstrasi berlangsung di tiga titik. Yaitu, depan Gedung Negara Grahadi, kantor gubernur Jatim, dan depan kantor DPRD Jatim. Namun, konsentrasi massa terpusat di depan Grahadi, Jalan Gubernur Suryo.
Badan eksekutif mahasiswa (BEM) dari sejumlah kampus yang ikut dalam demonstrasi menolak anggapan bahwa tindakan anarkistis itu dilakukan oleh mahasiswa. Aktivis BEM Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Renaldi Putra Arbianto mengatakan, mahasiswa tetap fokus pada tujuan utama. Yaitu, menolak UU Cipta Kerja. ’’Kalau anarkis, ini bukan mahasiswa. Saya yakin mereka hanya penyusup,’’ ujarnya.
Photo
SATU SUARA: Aksi turun ke jalan di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)
Serikat buruh juga menolak anggapan bahwa pelaku tindakan anarkistis itu bagian dari kelompoknya. Ketua Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Jatim Ali Muchsin menyampaikan, pihaknya tidak mungkin melakukan aksi anarkistis selama demo. ’’Yang anarkis itu bukan anggota buruh. Tujuan utama tetap menolak UU Cipta Kerja,’’ tegas Ali Muchsin.
Photo
DILALAP API: Sebuah mobil milik satpol PP dibakar saat aksi mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat di kawasan Balai Kota Malang kemarin (8/10). (DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG)
Aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja yang awalnya damai berubah beringas. Massa membakar satu mobil Honda CR-V milik Satpol PP Kota Malang. Tiga mobil lain dirusak. Termasuk bus milik Polres Batu. Aksi bakar ban, bakar flare, hingga melempari gedung DPRD tak terkendali. Suasana benar-benar chaos. Muncul dugaan, aksi itu ditunggangi ”penumpang gelap” alias pihak yang sengaja membuat skenario kekacauan.
Massa pendemo yang berjumlah lebih dari tujuh ribu orang itu akhirnya dihadang petugas kepolisan dengan gas air mata.
Sementara itu, Adnan Magribi, perwakilan Aliansi Malang Melawan, menyatakan bahwa kerusuhan dipicu oleh penyusup. Mereka ingin memanfaatkan situasi untuk membuat kekacauan. ’’Intinya bukan dari Aliansi Malang Melawan. Kami tidak tahu datang dari mana para oknum tersebut,” ungkap dia.
Photo
ANARKISTIS: Bentrokan peserta demonstrasi yang menolak UU Cipta Kerja dengan petugas keamanan di depan gedung DPRD Jogjakarta. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/JAWA POS RADAR JOGJA)
Aksi tolak UU Cipta Kerja di kawasan Malioboro, Jogjakarta, juga berujung kericuhan. Dampaknya, para pedagang kaki lima (PKL) kocar-kacir. Pengawas dan Penasihat Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma Rudiarto sangat menyayangkan kericuhan tersebut. ’’Setelah ada tembakan gas air mata, kami tutup. Karena banyak pendemo yang berlindung di sekitar PKL, tampaknya gas air mata diarahkan ke kerumunan massa yang berbaur dengan PKL,’’ katanya. Kerusuhan itu baru pertama dirasakan para PKL. ’’Dulu pernah juga rusuh pada 1998, tapi tidak seheboh saat ini,’’ lanjutnya.
Kondisi berbeda tampak dalam aksi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jogja dan BEM Nusantara di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga kemarin (8/10). Aksi yang dimulai pukul 12.22 itu berlangsung damai. Massa mulai membuabarkan diri pukul 14.36.
Photo
SATU SUARA: Demonstran di Bali yang terdiri atas sejumlah elemen menyuarakan aspirasi kemarin. (JAWA POS RADAR BALI)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=3hKWdQbV9bI&ab_channel=jawapostvofficial
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022