Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 April 2019 | 02.10 WIB

Nanik: Apakah Mbak Ratna Akan Menjatuhkan Pak Prabowo?

Ilustrasi sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan - Image

Ilustrasi sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

JawaPos.com - Terdakwa penyebar berita bohong, Ratna Sarumpaet menangis saat Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Nanik Sudaryati memberikan kesaksian di sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

Ratna Sarumpaet tiba-tiba menitikkan air mata dan tampak beberapa kali mengusapnya saat Nanik menjelaskan kronologi pertemuannya dengan Ratna dan sejumlah tokoh lain saat berkumpul di Polo, arena pacuan kuda di Hambalang, Sentul, Bogor.

Tempat tersebut diungkapkan Nanik sebagai tempat milik calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Tempat itu pula dijadikan tempat curahan keprihatinan tim BPN atas cerita penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.

Nanik menyampaikan, pertemuan di Polo itu berlangsung pada 2 Oktober 2018. Pada saat itu ada pula sejumlah nama seperti Said Iqbal, Fadli Zon, Prabowo, Amien Rais, dan Hanum Rais.

"Jujur, saya syok (mendengar pengakuan Ratna). Apa maksudnya? Ratna memohon sampaikan ke Pak Prabowo dan Pak Amien Rais. Apakah, Mbak Ratna akan menjatuhkan Pak Prabowo?" ujar Nanik memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Lanjut Nanik menjelaskan, pada 1 Oktober malam, tim BPN berkumpul di kediaman rumah Prabowo di Jalan Kertanegara. Mengingat, BPN tidak punya kantor resmi. Sehingga menggunakan rumah Prabowo untuk membahas tentang penganiayaan Ratna.

Pagi harinya, pada 2 Oktober 2018, Nanik mengaku melihat berita di berbagai media sosial ramai sekali berita tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet. Kemudian, dia bertanya kepada Sespri Prabowo soal agenda pada tanggal tersebut. Kemudian dijawab, akan ada pertemuan di Hambalang, Polo.

"Saya melihat Bu Ratna dan Said Iqbal. Saya jujur saya kasihan, melihat wajah Ibu Ratna bengkak. Saat itu melihat Bu Ratna, saya prihatin dan kasihan," kata dia.

Malam harinya, tim BPN menggelar konferensi pers di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara. Nanik menjelaskan bahwa maksud dari konferensi pers itu untuk meluruskan dan meminta kepada Polri untuk mencari pelaku penganiayaan.

"Saya waktu itu tanya ke Ratna, bagaimana kejadiannya dan kenapa tidak lapor ke polisi. Dijawab, intinya tidak mau lapor polisi karena tidak percaya polisi," ujarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore