
Kapal Selam KRI Nagapasa-403
JawaPos.com - Kehadiran KRI Nagapasa-403 bakal memperkuat alutsista Indonesia. Kapal selam tersebut merupakan bagian pertama dari tiga kapal yang telah dipesan dari Daewoo Ship Building Marine Engineering (DSME) Korea Selatan 2011 lalu.
Kapal selam kedua diperkirakan tiba awal 2018, sedangkan kapal selam ketiga bakal dengan jenis yang masih sama akan dibangun di galangan PT PAL Indonesia.
Kepada wartawan, Pangarmatim Laksda TNI Darwanto menjelaskan pada akhir tahun 2018 nanti ketiga kapal tersebut sudah bisa diopersikan. Kehadirannya bakal melengkapi dua kapal selam buatan Howaldtswerke, Kiel, Jerman, KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402.
Menurut Darwanto, secara geopolitik dan kebutuhan militer, Indonesia idealnya memiliki minimal 12 kapal salam. Karena itu, dalam program permohonan kekuatan Angkatan Laut sudah direncanakan penambahan jumlah kapal selam yang sesuai riset, jumlahnya 12. “Tentu saja ini dilakukan secara bertahap,” ujar Darwanto.
Darwanto melanjutkan, satu kapal selam yang dibeli dari DSME itu nilainya Rp 4,5 Triliun. Kerja sama tersebut sangat menguntungkan bagi Indonesia. Terutama bagi PT PAL Indonesia. “Karena dalam pembelian KRI Nagapasa ada kontrak kerjasama alih teknologi,” imbuh Darwanto.
Hal itu sejalan dengan program TNI AL yang juga memikirkan transfer teknologi dan pengetahuan. Hal ini merupakan kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan terutama PT PAL Indonesia.
Mereka diharapkan bisa membangun kemandirian produksi dalam negeri dibidang teknologi pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia ke depannya.
KRI Nagapasa sendiri akan dikomandani oleh Letkol Laut (P) Harry Setiawan yang merupakam Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 43. Kapal berangkat dari Korea Selatan menuju Dermaga Kapal Selam Koarmatim, Ujung, Surabaya bersama 40 awak.
Nama Nagapasa diambil berdasarkan nama senjata panah milik tokoh pewayangan Indrajit, putera mahkota negara alengka. Senjata ini saat dilepaskan memiliki keistimewaan yaitu dapat mengeluarkan ular yang tidak terbilang jumlahnya dan menyerang musuh dengan ganas.
Kehadiran KRI Nagapasa diharapkan bisa memberikan daya tangkal (Detterence Effect) di kawasan regional. Serta menambah eksistensi TNI AL dalam memperkuat pertahanan negara.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
