
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan sudah merncanakan penyerangan itu sejak jauh-jauh hari.
JawaPos.com - Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom blak-blakan kepada Jawa Pos. Ia mengungkapkan hal-hal penting terkait penembakan para pekerja proyek PT Istaka Karya di Nduga, Papua.
Sebby pun mengakui pihaknya bertanggung jawab atas penembakan yang nemewaskan belasan nyawa. Bahkan, elite OPM itu mengklaim bahwa pekerja proyek adalah intelijen dari TNI.
Berikut petikan wawancara wartawan Jawa Pos Ilham Dwi Wancoko dengan Sebby:
Bagaimana kabarnya, Bang Sebby?
Baik.
Apa yang membuat TPNPB-OPM yakin bahwa pekerja proyek itu intelijen dari TNI?
Semua proyek infrastruktur jalan trans-Papua yang mengerjakan TNI. Hal itu merupakan rahasia umum di Papua.
Apakah pekerja itu melawan dengan senjata?
Iya (Sebby lalu mengirimkan sebuah video yang berisi pekerja berkaus loreng dan bersenjata laras panjang. Dalam video, mereka sedang berlindung di balik kendaraan proyek).
Berapa pekerja yang ditembak mati?
24 orang.
Awal mula penyerangan, apakah karena ada pekerja yang mengambil foto saat upacara 1 Desember?
Itu kan versi TNI dan Polri. Kami menyerang secara terencana. Setahun lalu kami juga menyerang proyek pembangunan.
Adakah pekerja yang disandera?
Tidak ada, semua tewas. Kami menyerang proyek dan sebuah pos TNI. Kami yang bertanggung jawab.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022