Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Januari 2021 | 20.28 WIB

TNI AL Beberkan Fungsi Seaglider yang Ditemukan di Kepulauan Selayar

BUNUH VIRUS: Sebuah drone yang dioperasikan Pemkot Surabaya beraksi menyemprot disinfektan di kawasan Embong Malang, Senin (23/3). (Frizal/Jawa Pos) - Image

BUNUH VIRUS: Sebuah drone yang dioperasikan Pemkot Surabaya beraksi menyemprot disinfektan di kawasan Embong Malang, Senin (23/3). (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com - TNI Angkatan Laut (AL) mengungkapkan kecanggihan drone bawah air yang ditemukan oleh nelayan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan, drone bawah air tersebut bernama seaglider.

"Jadi alat itu ditemukan nelayan dan ini bentuknya masih persis seperti yang ditemukan. Alatnya ada di sini, jadi ini asli yang ditemukan nelayan tersebut pada tanggal 26 Desember pukul 07.00 dimana saat itu nelayan memancing, ada alat tersebut muncul kemudian ditemukan dan dibawa," kata Laksamana TNI Yudo Margono di kantor Pushidrosal, Jakarta Utara, Senin (4/1).

Yudo menjelaskan, benda tersebut terbuat dari aluminium dengan dua sayap yang berukuran 50 centimeter baik kanan dan kiri. Menurutnya, panjang bodi seaglider yang ditemukan mencapai 225 centimeter.

"Panjang antena belakang 93 centimeter. Kemudian terdapat instrumen mirip kamera ada di body," ujar Yudo.

Menurut Yudo, alat tersebut cara bekerjanya diturunkan dari atas kapal bisa menjangkau kedalaman laut hingga 2.000 meter dengan kecepatan 1.000 knot.

"Kemudian bisa melayang selama sembilan hari terbawa arus. Melayang-melayang dan setelah itu menuju kedalaman 2.000 meter," ungkap Yudo.

Seaglider bisa digunakan untuk keperluan survei atau untuk mencari data hisrooseanografi. Tentunya alat tersebut bisa digunakan untuk industri atau pertahanan.

"Tergantung siapa yang memakai. Apabila digunakan untuk industri misalnya untuk mencari ikan. Tapi kalau pertahanan mungkin bisa digunakan data kedalaman atau layer laut. Di mana kapal selam supaya tidak bisa dideteksi dicari kedalamannya, sehingga pekat kapal selam tersebut tidak bisa dideteksi oleh sonarnya kapal atas air," ungkap Yudo.

Baca juga: Soal Drone Laut Tiongkok, Golkar Minta Retno dan Prabowo Tegas

Yudo mengungkapkan, seaglider mampu bertahan di dalam air selama dua tahun lamanya. Menurutnya, alat tersebut bisa beroperasi mengikuti arah arus air laut untuk mengumpulkan data-data bawah laut.

Kendati demikian, sambung Yudo, pada benda tersebut tidak ditemukan bendera negara asal atau pembuatnya. Dia tidak bisa mengada-ada asal benda tersebut, sehingga bisa ditemukan oleh nelayan di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

"Tidak ditemukan ciri-ciri tulisan negara pembuat," beber Yudo.

Oleh karena itu, Yudo mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk bisa mengungkap data dari seagridel yang ditemukan tersebut. Hal ini untuk mengetahui maksud dari penggunaan seaglider.

"Saya beri waktu satu bulan pak Kapushidros untuk bisa menentukan atau membuka hasilnya, biar ada kepastian," tandas Yudo.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=5fY2FQyalUk

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore