
Bupati Cianjur Herman Suherman (tengah) didampingi Kapolres dan Dandim Cianjur. Ahmad Fikri/Antara
JawaPos.com-Pascapelaporan Bupati Cianjur Herman Suherman ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Acsena Humanis Respon angkat bicara terkait hal tersebut.
Dari hasil komunikasi Radar Cianjur (Grup Jawa Pos) dengan pihak Acsena Humanis Respon, pihaknya sama sekali tidak melakukan pelaporan tersebut, bahkan pada hari itu, Acsena Humanis Respon tengah berada di luar kota tepatnya di Jawa Tengah dalam mitigasi dan simulasi bencana Gunung Merapi.
Acsena Humanis Respon tidak menyangka dengan pencatutan nama lembaga kemanusiaan ini. Founder sekaligus CEO Acsena Humanis Respon, Andika langsung melakukan kroscek ke jajarannya. Akan tetapi, hasil yang didapatkan nihil.
Andika menilai, pelaporan tersebut menjadi sebuah akal-akalan belaka dan berita sepihak. Bahkan, ia pun tidak mengenal sama sekali pelapor tersebut. ’’Kami tidak mungkin melaporkan hal tersebut, saya sudah melakukan pengecekan ke jajaran saya dan tidak ada. Ini sudah unsur politis, karena orang-orang saya tidak akan bergerak di luar komando,” kata Andika.
Mengenai nama Ery, Andika sama sekali tidak mendapati dalam jajaran anggota Acsena Humanis Respon. Bahkan, nama lembaga tersebut satu-satunya yang ada di Indonesia. Berkaitan dengan pencatutan tersebut, pihaknya pun akan membawa kasus ini ke langkah hukum.
Bukan hanya itu, pihak Acsena Humanis Respon tidak pernah sama sekali mendapatkan bantuan logistik untuk korban bencana Cianjur dari Emirates Red Crescent. Lantaran, pihaknya bekerja sama dengan pihak Eropa seperti Austria Friend dan terfokus ke perorangan, bukan lembaga.
’’Tidak pernah, enggak ada. Kami tidak pernah berkolaborasi dengan pihak Emirates Red Crescent. Kalau Acsena Humanis Respon lebih dominan perorangan dan Austria Friend yang kebanyakan dari luar negeri,” paparnya. ’’Dengan pencatutan nama ini, kami akan bawa ke jalur hukum. Ini sangat merugikan kami tentunya,” sambung dia. (*)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
