Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Maret 2021 | 06.28 WIB

BMKG Sebut Kebakaran di Kilang Balongan Tidak Dipengaruhi Petir

Ilustrasi petir di kawasan pesisir Indramayu, Jawa Barat. Dedhez Anggara/Antara - Image

Ilustrasi petir di kawasan pesisir Indramayu, Jawa Barat. Dedhez Anggara/Antara

JawaPos.com–Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengemukakan, peristiwa kebakaran yang melanda Kilang Minyak Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3) dini hari, tidak dipengaruhi sambaran petir.

”Berdasar alat monitoring lightining detector di BMKG Jakarta dan BMKG Bandung dari pukul 00.00 hingga pukul 02.00 WIB, tidak terdeteksi adanya aktivitas sambaran petir di wilayah Kilang Minyak Balongan, Indramayu,” kata Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu Rahmat Triyono seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Senin (29/3) malam.

Dia mengatakan, kebakaran di Kilang Minyak Balongan milik Pertamina di Indramayu sekitar pukul 00.45 WIB, telah ditindaklanjuti BMKG dengan melakukan analisis terhadap kejadian sambaran petir di sekitar lokasi kejadian. BMKG melaksanakan monitoring aktivitas sambaran petir di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan alat pendeteksi petir di 56 lokasi.

”Monitoring dilakukan menggunakan alat lightning detector dengan resolusi alat monitoring BMKG efektif pada radius 300 kilometer,” kata Rahmat.

Alat monitoring itu terpasang di 11 stasiun BMKG. Di Pulau Jawa untuk memantau aktivitas petir dari Banten hingga Jawa Timur. Berdasar hasil monitoring alat kelistrikan udara, lanjut Rahmat, pada saat kejadian kebakaran sekitar pukul 00.00–02.00 WIB, menunjukkan kerapatan petir berkumpul di bagian barat Kilang Minyak Balongan sejauh kurang lebih 77 kilometer. Tepatnya di sekitar Subang dengan klasifikasi tingkat kerapatan petir sedang hingga tinggi.

Dia menjelaskan, petir adalah kilatan listrik di udara yang disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan yang bermuatan listrik positif dan negatif.

”Petir mempunyai tiga tipe, yaitu dari awan ke awan, di dalam awan, dan dari awan ke bumi. Petir yang paling berbahaya bagi kehidupan di bumi adalah dari awan ke bumi,” terang Rahmat Triyono.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=QB4zXnVCmtk&ab_channel=JawaPos

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore