Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2020 | 03.35 WIB

WNI di Wuhan Keluhkan Masker Mahal, BNPB Segera Kirim Stok

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (Hendra Eka/Jawa Pos) - Image

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (Hendra Eka/Jawa Pos)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Bidang Logistik dan Peralatan merespons keluhan Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Tiongkok, terkait kelangkaan stok masker dan harganya yang mahal. Tak hanya harga pangan, harga masker di Wuhan bahkan mencapai 100 yuan per pack atau hampir Rp 200 ribu.

"Kami sangat kekurangan masker, harga masker 1 pack sudah mencapai 100 yuan, itupun masker biasa," kata Mahasiswa Kedokteran Medicine Bachelor and Bachelor of Surgery, Muhammad Arief kepada JawaPos.com, Senin (27/1).

BNPB akan segera mengirimkan bantuan 10 ribu lembar masker N95 untuk WNI khususnya mahasiswa Indonesia yang berada di Wilayah Wuhan, Provinsi Hubei dan sekitarnya. Pengiriman tersebut dilakukan sebagai respons cepat BNPB atas permohonan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing terkait berjangkitnya wabah Coronavirus atau virus korona jenis baru di Tiongkok.

"Ada 10 ribu masker untuk WNI dikirim besok," ujar Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Prasinta Dewi, Selasa (28/1).

Sebelumnya KBRI Beijing mendapatkan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo agar membagikan masker kepada seluruh WNI di Tiongkok. Namun, stok masker di Negara Tirai Bambu tersebut tidak tersedia di hampir seluruh wilayah.

Dalam keterangannya, Kepala BNPB Doni Monardo memberi arahan kepada jajaran BNPB agar melaksanakan apa yang tertuang dalam UU Nomor 24 tahun 2007 terkait bencana non-alam dan Inpres No 4 tahun 2019, sehingga pengiriman bantuan dapat segera dilakukan tanpa menunggu status darurat, terlebih untuk kasus seperti yang terjadi di Tiongkok.

"Saya minta BNPB harus bisa mempersiapkan diri karena amanah undang-undang termasuk bencana non-alam, termasuk pandemik merupakan tanggung jawab BNPB. Termasuk diperkuat dengan inpres no 4 thn 2019. Saya minta tidak perlu menunggu status," kata Doni.

Selain Tiongkok, untuk kasus virus korona, sebelumnya BNPB juga telah memberikan bantuan logistik, peralatan hingga tenaga ahli kepada beberapa negara. Negara yang sudah dibantu di antaranya Nepal (Gempa Bumi), Bangladesh (Rohingya), Vanuatu (Angin Topan), Filipina (Angin Topan), Fiji (Angin Topan), dan negara lainnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore