
Gerhana bulan total (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
JawaPos.com – Gerhana bulan total (GBT) tadi malam (26/5) terasa spesial. Sebab, gerhana itu bisa diamati dari hampir seluruh wilayah Indonesia. Pada 19 November nanti, gerhana bulan juga terjadi. Namun, beda dengan tadi malam, gerhana bulan saat itu tidak bisa diamati masyarakat Indonesia.
Masyarakat mengamati GBT secara langsung maupun melalui streaming. Salah satu lembaga yang mengadakan nonton bareng GBT secara streaming adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menyediakan streaming GBT dari 25 lokasi. Di antaranya, dari Ancol, Malang, Jayapura, Sorong, dan Jogjakarta.
Photo
FENOMENA ALAM: Sejumlah mahasiswa melihat gerhana bulan total di Gedung At-Tauhid, Universitas Muhammadiyah Surabaya, tadi malam. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)
Berdasar data dari Observatorium Bosscha, GBT kali ini terjadi saat kondisi bulan super atau supermoon. Bulan berada di jarak terdekat dengan bumi. Istilah lainnya disebut perige. Dengan begitu, GBT tadi malam juga dikenal dengan sebutan super blood moon eclipse atau gerhana bulan supermerah.
Ketika terjadi bulan super, ukuran bulan terlihat lebih besar 14 persen daripada biasanya. Dan, lebih terang 30 persen daripada umumnya. Jarak terjauh bulan dengan bumi adalah 406.700 kilometer. Jarak terdekatnya mencapai 356.400 kilometer.
Saat GBT tadi malam, waktu terjadinya puncak gerhana atau fase total cukup lama. Mulai pukul 18.11 WIB sampai 18.25 WIB. GBT diawali dari masuknya bulan ke bayangan umbra bumi pada pukul 16.44 WIB. Kemudian, fase GBT benar-benar selesai pada pukul 20.49 WIB.
Photo
SALAT GERHANA: Jamaah dari berbagai daerah di Surabaya dan sekitarnya mengikuti salat Gerhana di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya tadi malam. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)
Peneliti Observatorium Bosscha Yatny Yulianty menjelaskan, gerhana bulan terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada pada posisi sejajar. Bumi berada di tengah. Akibatnya, sinar matahari ke bulan terhalang bumi. ’’Peristiwa gerhana bulan itu sebetulnya bersiklus atau berulang,’’ ungkapnya kemarin.
Baca juga: Gerhana Bulan Total Dilihat dari Langit Jakarta
Sementara itu, hari ini (27/5) dan besok (28/5) ada fenomena alam berupa matahari melintas persis di atas Kakbah pada pukul 16.18 WIB. Melintasnya matahari persis di atas Kakbah ini bisa dimanfaatkan untuk meluruskan posisi kiblat. Sebab, saat matahari berada di atas Kakbah, semua bayangan tegak lurus mengarah lurus ke Kakbah.
Photo
GERHANA DARI SISI MADURA: Gerhana bulan total dipotret di sekitar Jembatan Suramadu dari sisi Madura tadi malam (26/5). (ANDRIYANSYAH POETRA/JAWA POS)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022