Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 April 2021 | 19.31 WIB

TNI Tak Paksakan Diri Angkat KRI Nanggala

UNTUKMU, PAHLAWAN LAUT: Awak kapal KRI dr Soeharso mengerek bendera Merah Putih setengah tinag saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, kemarin (26/4). (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI) - Image

UNTUKMU, PAHLAWAN LAUT: Awak kapal KRI dr Soeharso mengerek bendera Merah Putih setengah tinag saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, kemarin (26/4). (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)

JawaPos.com – Mabes TNI belum memutuskan langkah lanjutan setelah operasi pencarian menemukan KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga di dasar perairan utara Bali. TNI masih mempertimbangkan desakan tersebut.

Alasannya, untuk melakukan ekskavasi kapal selam karena TNI harus bekerja sama dengan negara lain. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Mabes TNI tidak bisa memaksakan diri meski sangat ingin melakukan pengangkatan (ekskavasi) badan KRI Nanggala-402 dari dasar lautan.

”Pemerintah Indonesia akan berkoordinasi dengan ISMERLO, International Submarine Escape and Rescue Liaison Officer, untuk mengupayakan langkah selanjutnya. Hal ini diperlukan karena harus ada kerja sama internasional untuk mengevakuasi KRI Nanggala-402,” beber Hadi.

Pakar militer dan intelijen Laksamana Muda TNI (purnawirawan) Soleman Ponto menekankan, evaluasi insiden KRI Nanggala-402 harus dilakukan secara terperinci. Evaluasi harus dilakukan berjenjang, dari bawah sampai atas. ”Harus ada review,” tegasnya.

Dia percaya TNI-AL menyiapkan kapal selam tersebut sebelum melaksanakan tugas. Namun, tetap harus dicari tahu sumber permasalahan yang membuat alutsista tersebut tenggelam. ”Apa saja masalah sebelum kapal itu berangkat, lihat permasalahan-permasalahan yang ada,” katanya.

Evaluasi terhadap insiden yang membuat TNI-AL kehilangan prajurit-prajurit terbaik itu, kata Soleman, diharapkan bukan sekadar bunyi. Tapi harus cermat dan tepat. ”Harus diaudit seperti apa pemeliharaannya. Apakah ada yang harus diganti, tapi belum diganti karena ketiadaan anggaran,” ungkapnya. Langkah itu diperlukan untuk mencegah insiden di masa yang akan datang.

Anggota Komisi VII DPR Mulyanto menjelaskan, penyebab kecelakaan penting diketahui untuk keperluan pengoperasian kapal selam ke depan. Karena itu, kesalahan teknis yang mungkin menjadi penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402 harus ditemukan. Temuan itu menjadi bahan evaluasi untuk kapal selam lainnya. ”Untuk itu, perlu pendayagunaan kemampuan sumber daya iptek kelautan kita dalam rangka investigasi komprehensif tersebut,” kata Mulyanto kemarin (26/4).

Wakil ketua Fraksi PKS itu berharap Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut terlibat. Keduanya bisa mendayagunakan lembaga riset kelautan di lembaga lain seperti BPPT, LIPI, atau badan penelitian dan pengembangan kementerian terkait. ”Dalam kasus ini, kita perlu mengerahkan semua kemampuan riset yang dimiliki untuk menganalisis penyebab kecelakaan KRI Nanggala-402 secara akurat,” kata Mulyanto.

Di sisi lain, Mabes TNI, TNI-AL, maupun Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sudah menjanjikan evaluasi dan investigasi tersebut. Bahkan, Kemenhan telah mengiyakan modernisasi alutsista secara total. Komitmen itu disampaikan Menhan Prabowo Subianto. Dia ingin alutsitsa TNI dibenahi secepatnya. Bagi dia, modernisasi alutsista sudah mendesak.

Dari istana, kemarin Presiden Joko Widodo kembali menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya 53 prajurit TNI-AL yang menjadi awak kapal selam KRI Nanggala-402. ”Pengabdian Saudara-Saudara akan terpatri di sanubari seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya. Atas dedikasi dan pengabdian mereka, negara memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Selain itu, pemerintah akan memberikan tanda kehormatan berupa Bintang Jalasena kepada para prajurit Hiu Kencana itu. ”Pemerintah juga akan menjamin pendidikan putra-putri prajurit KRI Nanggala-402 hingga jenjang pendidikan S-1,” katanya.

Photo

DI DASAR LAUT: Bagian-bagian dari KRI Nanggala-402 yang terlihat retak ditemukan di dasar laut utara Bali kemarin. (HAND OUT/AFP)

Presiden pun menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, Basarnas, Bakamla, BPPT, KNKT, dan seluruh unsur yang telah berupaya maksimal dalam menemukan KRI Nanggala-402. Tidak lupa, Jokowi mengaturkan terima kasih dan penghargaan atas bantuan negara-negara sahabat dalam upaya pencarian selama beberapa hari terakhir.

Sementara itu, menindaklanjuti pernyataan Presiden Jokowi mengenai jaminan pendidikan bagi putra dan putri prajurit KRI Nanggala-402, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait. Termasuk bantuan kesejahteraan dan psikologis keluarga korban.

Penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial (Kemensos), ASABRI, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Khususnya yang berhubungan dengan beasiswa. ”Langkah yang kita ambil adalah memberikan konseling, penguatan secara psikis, dan tentu saja bantuan-bantuan yang diperlukan, terutama bantuan kehidupan sehari-hari,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, pemerintah melalui Kemensos intensif bekerja sama dengan Pusat Psikologi TNI Angkatan Laut dalam melakukan konseling. Untuk kelangsungan pendidikan anak-anak keluarga korban awak kapal KRI Nanggala-402, pemerintah akan menjamin hingga jenjang strata 1 (S-1). Bantuan diupayakan melalui skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). ”Adapun yang ingin melanjutkan karier orang tuanya di TNI, kemarin Pak Wakasal juga sudah memberi jaminan. Mereka akan diupayakan selama memenuhi persyaratan-persyaratan,” paparnya.

Sementara itu, Menhan Prabowo Subianto mendatangi kediaman beberapa awak KRI Nanggala-402. Salah satunya Letda Laut (T) Rhesa Tri Sigar yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Prabowo. Kepada seluruh keluarga korban, Prabowo memastikan semua hak mereka dipenuhi negara dan pemerintah.

Prabowo memastikan, berapa pun jumlah putra dan putri awak KRI Nanggala-402, semua biaya pendidikan akan ditanggung sampai mereka menuntaskan studi S-1. ”Bagi putra-putri yang mengenyam pendidikan tingkat SMA, akan diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang dengan beasiswa penuh. Bagi yang akan masuk perguruan tinggi, akan diterima di Universitas Pertahanan Republik Indonesia, juga dengan beasiswa penuh,” tegasnya.

Baca juga: KSAL Tegaskan KRI Nanggala-402 Tidak Meledak, Tetapi Alami Keretakan

Bukan hanya itu, putra-putri 53 awak KRI Nanggala-402 yang masih mengenyam pendidikan SD dan SMP dipastikan akan diberi beasiswa penuh melalui Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan. ”Saat ini disiapkan cabang pendidikan Taruna Nusantara di level SMP,” ujarnya. Jaminan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab negara dan pemerintah kepada keluarga seluruh awak KRI Nanggala-402 yang sudah berkorban nyawa demi kedaulatan NKRI.

Di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan, pemkot menyiapkan sejumlah bantuan. Pertama, pendampingan bagi keluarga korban. Sejak berita duka tersebut diterima, petugas dinas pengendalian penduduk, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (DP5A) turun ke kediaman korban. Bantuan kedua terdapat pada bidang pendidikan. Pemkot memberikan beasiswa.

Beasiswa, kata Eri, diberikan hingga perguruan tinggi. ”Beasiswa adalah bentuk penghargaan dari Pemkot Surabaya. Meski tentu ini tidak sebanding dengan pengabdian beliau-beliau yang teguh menjaga kedaulatan negara,” ucap mantan kepala bappeko tersebut.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=Qi0XvADuyAU

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore