alexametrics

TNI Tak Paksakan Diri Angkat KRI Nanggala

Pemerintah Jamin Pendidikan Anak Prajurit
27 April 2021, 12:31:34 WIB

JawaPos.com – Mabes TNI belum memutuskan langkah lanjutan setelah operasi pencarian menemukan KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga di dasar perairan utara Bali. TNI masih mempertimbangkan desakan tersebut.

Alasannya, untuk melakukan ekskavasi kapal selam karena TNI harus bekerja sama dengan negara lain. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, Mabes TNI tidak bisa memaksakan diri meski sangat ingin melakukan pengangkatan (ekskavasi) badan KRI Nanggala-402 dari dasar lautan.

”Pemerintah Indonesia akan berkoordinasi dengan ISMERLO, International Submarine Escape and Rescue Liaison Officer, untuk mengupayakan langkah selanjutnya. Hal ini diperlukan karena harus ada kerja sama internasional untuk mengevakuasi KRI Nanggala-402,” beber Hadi.

Pakar militer dan intelijen Laksamana Muda TNI (purnawirawan) Soleman Ponto menekankan, evaluasi insiden KRI Nanggala-402 harus dilakukan secara terperinci. Evaluasi harus dilakukan berjenjang, dari bawah sampai atas. ”Harus ada review,” tegasnya.

Dia percaya TNI-AL menyiapkan kapal selam tersebut sebelum melaksanakan tugas. Namun, tetap harus dicari tahu sumber permasalahan yang membuat alutsista tersebut tenggelam. ”Apa saja masalah sebelum kapal itu berangkat, lihat permasalahan-permasalahan yang ada,” katanya.

Evaluasi terhadap insiden yang membuat TNI-AL kehilangan prajurit-prajurit terbaik itu, kata Soleman, diharapkan bukan sekadar bunyi. Tapi harus cermat dan tepat. ”Harus diaudit seperti apa pemeliharaannya. Apakah ada yang harus diganti, tapi belum diganti karena ketiadaan anggaran,” ungkapnya. Langkah itu diperlukan untuk mencegah insiden di masa yang akan datang.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : deb/lyn/mia/syn/aph/c19/fal

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads