
Wakil Ketua Umum MUI M. Cholil Nafis memimpin rapat di Jakarta.
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menanggapi wacana pelibatan masyarakat lintas agama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Ia pada dasarnya mendukung semangat gotong royong dan kebersamaan antarelemen masyarakat.
Namun, Kiai Cholil Nafis menegaskan terdapat batasan yang harus diperhatikan, terutama menyangkut tugas pelayanan dan pembimbingan ibadah haji.
Pernyataan tersebut merespons usulan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak yang membuka peluang keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang agama, termasuk umat Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu dalam penyelenggaraan haji.
“Petugas lapangan boleh, tapi bukan petugas ibadah. Karena untuk pelaksanaan ibadah, petugas haji tidak boleh dari nonmuslim,” kata Kiai Cholil Nafis kepada wartawan, Selasa (3/11).
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, itu juga menilai selama tenaga kerja dari kalangan umat Islam masih tersedia, sebaiknya kesempatan tersebut diprioritaskan bagi mereka.
Menurutnya, penyelenggaraan ibadah haji memiliki ketentuan khusus dalam syariat Islam sehingga aspek keagamaan dalam pelayanan jamaah harus tetap memperhatikan kekhususan tersebut.
“Tapi selagi masih ada yang muslim, baiknya itu yang muslim karena haji itu pelaksanaan ibadah yang khusus umat Islam. Toleransi dan ukhuwah itu ada tempat dan batasnya,” tegas Kiai Cholil.
Ia menekankan bahwa semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama tetap penting dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan ruang lingkup dan ketentuan masing-masing kegiatan, termasuk dalam penyelenggaraan ibadah haji yang secara khusus diperuntukkan bagi umat Islam.
Wamenhaj Ingin Kalangan Umat Kristen hingga Hindu jadi Petugas Haji
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong keterlibatan masyarakat lintas agama seperti kalangan umat Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Gagasan tersebut diharapkan menjadi wujud nyata toleransi, kebinekaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022