
Ilustrasi KTP elektronik. (Yulius Satria Wijaya/Antara)
JawaPos.com - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mendesak pemerintah segera mengoperasikan otoritas pengawas Pelindungan Data Pribadi (PDP) yang independen.
Keberadaan lembaga tersebut dinilai penting untuk memastikan perlindungan informasi pribadi masyarakat, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha yang menjalankan perdagangan digital lintas negara.
Selain mempercepat operasional lembaga pengawas, CIPS meminta pemerintah untuk melibatkan pelaku usaha, asosiasi industri, organisasi masyarakat sipil, dan kelompok masyarakat terdampak dalam penyusunan aturan pelaksana PDP.
Research and Policy Associate CIPS, Rasya Athalla Aaron, mengatakan otoritas pengawas diperlukan agar pelaksanaan perlindungan data pribadi memiliki pengawasan yang jelas.
Lembaga tersebut juga diharapkan dapat memberikan panduan kepada perusahaan dalam memenuhi kewajiban perlindungan data, terutama ketika melakukan transfer data ke luar negeri.
“Perlindungan data pribadi membutuhkan otoritas pengawas dengan mandat dan kewenangan yang jelas. Pemerintah perlu memastikan lembaga ini dapat mengawasi kepatuhan, memberikan pedoman teknis, dan menangani pengaduan masyarakat. Langkah ini juga membantu pelaku usaha memahami kewajiban mereka saat mentransfer data lintas negara,” ujar Rasya dalam keterangannya, Kamis (29/10).
Pembentukan otoritas pengawas PDP telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Namun, fungsi pengawasan saat ini masih dijalankan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berdasarkan regulasi sistem elektronik yang lebih umum.
CIPS menilai Indonesia juga masih membutuhkan pedoman teknis untuk mengukur risiko transfer data pribadi ke luar negeri.
Tanpa panduan yang memadai, perusahaan dapat mengalami kesulitan dalam memastikan kepatuhan terhadap ketentuan perlindungan data saat bertransaksi dengan mitra internasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022