Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Dimas Choirul
Senin, 26 Oktober 2026 | 21.53 WIB

BGN Usulkan Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum Sekolah

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9). (Istimewa) - Image

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9). (Istimewa)

JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan pendidikan gizi masuk dalam kurikulum sekolah. Usulan tersebut bertujuan agar siswa tidak hanya menerima Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga memahami pentingnya asupan gizi seimbang bagi tubuh.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pendidikan gizi perlu menjadi bagian dari pembelajaran seperti pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes). Materi yang diajarkan mencakup pentingnya karbohidrat, sayur, buah, vitamin, mineral, hingga kebutuhan protein setiap orang.

”Diajarkan kenapa orang harus makan karbo, apa pentingnya karbohidrat, kenapa orang harus makan sayur, apa pentingnya buah, vitamin, mineral, kenapa mesti protein, satu orang tuh makan protein harus berapa, dan lain sebagainya,” ujar Sudaryono dalam pernyataannya di akun instagram @sudaru_sudaryono dikutip Senin (26/10).

Selain pendidikan gizi, BGN juga saat ini tengah menguji coba pengaturan waktu khusus untuk pelaksanaan MBG dengan konsep prasmanan. Untuk siswa sekolah dasar kelas awal yang pulang pagi, makanan dapat diberikan sebelum mereka meninggalkan sekolah. 

Sementara itu, sekolah yang kegiatan belajarnya berlangsung hingga siang diusulkan menyediakan waktu khusus sekitar satu jam untuk makan sekaligus belajar mengenai gizi.

Sudaryono menyebut, uji coba MBG dengan konsep prasmanan mendapat respons positif. Berdasarkan survei kepuasan, pelaksanaan program tersebut memperoleh nilai sekitar 4,56 dari skala 5. 

BGN juga menilai konsep ini dapat menekan sisa makanan karena siswa bisa menambah porsi apabila masih tersedia setelah pembagian sesuai takaran gizi.

”Jadi tetap orangnya dikasih porsi yang sama, karena ada takaran gizinya ada. Tapi begitu sudah ditakar semua biasanya ada spare, Pak. Nah, itu boleh nambah, Pak,” katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore