
Petugas patroli pencegahan karhutla memadamkan kebakaran lahan gambut di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu. Bayu Pratama/Antara
JawaPos.com - Kebakaran lahan gambut memiliki tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga bisa merambat ke lapisan organik di bawah tanah.
Kondisi ini membuat pemadaman membutuhkan penanganan khusus, terutama untuk memastikan sumber api benar-benar dapat dikendalikan.
Guru Besar Bidang Ilmu Kimia dan Pengolahan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Benito Heru Purwanto, menjelaskan bahwa gambut terbentuk dari akumulasi sisa tumbuhan selama ribuan tahun. Material organik tersebut rentan mengalami kerusakan ketika kondisi air yang menjaga kelembapan lahan terganggu.
Menurut Benito, pengeringan gambut akibat pembangunan kanal maupun pengelolaan lahan yang menurunkan muka air tanah dapat meningkatkan risiko kebakaran. Ketika kondisi gambut mengering, api berpotensi menjalar hingga ke bagian bawah permukaan tanah.
“Apinya bukan berasal dari gambut, tetapi aktivitas kita,” kata Benito seperti dikutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (17/10).
Pernyataan tersebut menyoroti peran aktivitas manusia dalam memicu kebakaran. Karena itu, pengelolaan lahan perlu memperhatikan kondisi hidrologi gambut agar kelembapannya tetap terjaga dan tidak mudah terbakar.
Benito menjelaskan, karakteristik kebakaran gambut membuat pemadaman tidak bisa hanya mengandalkan metode yang biasa digunakan untuk mengatasi api di permukaan. Penyiraman dari udara atau water bombing, misalnya, dinilai tidak cukup efektif apabila sumber api berada di bawah tanah.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah pembasahan kembali atau rewetting. Upaya ini bertujuan memulihkan kondisi gambut agar tetap basah sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.
Pencegahan juga perlu dilakukan sebelum memasuki musim kemarau. Menurut Benito, pengelolaan tata air dan pemeliharaan kelembapan gambut sebaiknya dimulai sejak musim hujan, bukan menunggu sampai kebakaran terjadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022