
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meluncurkan Program Teman Lansua di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (8/10/2026). (Istimewa).
JawaPos.com – Pemkab Banyuwangi terus memperkuat perhatian kepada warga lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang hidup sebatang kara dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Terbaru, Pemkab Banyuwangi meluncurkan “Teman Lansia”, gerakan pendampingan yang dirancang untuk memastikan para lansia mendapatkan perhatian dan akses layanan sesuai kebutuhannya.
Program tersebut dikenalkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (8/10/2026). Teman Lansia menjadi penajaman dari berbagai program yang selama ini telah dijalankan pemkab untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, seperti Rantang Kasih, layanan kesehatan jemput bola, hingga pelayanan administrasi kependudukan.
“Di lapangan masih ada warga lansia yang belum mendapat manfaat dari program pemerintah. Dengan inovasi Teman Lansia ini, kami berharap semua lansia di Banyuwangi, khususnya yang sebatang kara dan miskin, bisa mendapatkan dukungan itu,” kata Ipuk.
Teman Lansia akan menjadi tim pendamping yang bertugas menyisir dan mengidentifikasi lansia yang membutuhkan dukungan. Tim ini sekaligus menjadi penghubung antara lansia dengan berbagai layanan dan program pemerintah yang sesuai dengan kebutuhannya.
Baca Juga:Gesah Bareng Ambi Bupati, Cara Bupati Ipuk agar Warganya Bisa Sampaikan Langsung Persoalannya
Tim Teman Lansia melibatkan berbagai unsur di tingkat wilayah, mulai dari camat, pemerintah desa/kelurahan, pilar-pilar sosial, kader PKK, organisasi lansia, hingga karang taruna.
“Teman Lansia akan kami tugaskan menyisir lansia yang butuh dukungan. Lansia akan didampingi dan diidentifikasi apa kebutuhan paling utama dari lansia tersebut. Termasuk saat ada lansia miskin sakit dan belum punya BPJS, nanti difasilitasi melalui PBI maupun APBD,” ujar Ipuk.
Menurut Ipuk, pendekatan tersebut penting agar pelayanan pemerintah tidak hanya menunggu laporan atau pengajuan dari masyarakat. Dengan adanya pendamping di lapangan, berbagai persoalan yang dihadapi lansia diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Dalam pelaksanaannya, Teman Lansia juga melibatkan lintas sektor, termasuk BPJS Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS), serta memanfaatkan basis data yang tersedia untuk membantu mengidentifikasi lansia yang membutuhkan perhatian.
“Selain temuan di lapangan, tim juga dibekali data lansia di lingkup kerja mereka. Kami ingin lansia di Banyuwangi tertangani agar lebih berkualitas hidupnya,” kata Ipuk.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022