Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2026 | 17.28 WIB

Jadi Calon Tunggal Kapolri, Komjen Suyudi Ario Seto Gagas Doktrin Polisi Bersama Masyarakat

Komjen Pol Suyudi Ario Seto menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai calon Kapolri oleh Komisi III DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10).

 

JawaPos.com - Komjen Pol Suyudi Ario Seto membawa gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri. Gagasan tersebut disampaikan saat Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai calon Kapolri oleh Komisi III DPR.
 
Dalam paparannya, Suyudi menekankan pentingnya pembenahan internal Polri dengan tetap mempertahankan capaian yang telah dibangun oleh para pemimpin sebelumnya.
 
“Karena itu, apabila memperoleh amanah, saya ingin melanjutkan pembenahan dengan keberanian melihat kekurangan institusi secara jernih, sekaligus menjaga dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulu," kata Suyudi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10).
 
Suyudi kemudian memperkenalkan tema kepemimpinan yang diusungnya, yakni Polisi Bersama Masyarakat. Menurut dia, konsep tersebut akan menjadi pijakan dalam menjalankan transformasi kepolisian sekaligus menempatkan masyarakat sebagai orientasi utama pelaksanaan tugas.
 
 
“Tema yang saya usung adalah Polisi Bersama Masyarakat sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian," ujarnya.
 
Dia menjelaskan, gagasan tersebut disusun dalam sejumlah rangkaian yang mencakup kondisi nasional hingga agenda kerja apabila mendapatkan amanah memimpin Polri.
 
“Paparan ini saya susun dalam lima rangkaian, situasi nasional, lingkungan strategis, capaian dan suara masyarakat, arah transformasi Polri, serta program 100 hari pertama dan keberlanjutan hingga 2029," ucapnya.
 
Suyudi yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu juga mengaitkan arah transformasi Polri dengan agenda Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan nasional membutuhkan dukungan dari berbagai aspek, termasuk kepastian hukum, stabilitas, tata kelola pemerintahan, serta ketahanan sosial dan budaya.
 
“Indonesia Emas 2045 membutuhkan transformasi sosial, ekonomi, tata kelola supremasi hukum, stabilitas, ketahanan sosial budaya dan ekologi, serta pembangunan kewilayahan yang adil," tuturnya.
 
Dia menilai agenda tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tugas kepolisian, terutama dalam mendukung reformasi hukum dan birokrasi, pemberantasan korupsi serta narkoba, penguatan keamanan nasional, dan pembangunan sumber daya manusia.
 
“Asta Cita menempatkan reformasi politik hukum dan birokrasi, pemberantasan korupsi dan narkoba, penguatan keamanan nasional, serta pembangunan sumber daya manusia sebagai agenda yang sangat berkaitan dengan tugas Polri," urainya.
 
Lebih lanjut, Suyudi menegaskan Polri tetap berada dalam koridor kewenangannya dan tidak mengambil alih tugas kementerian maupun lembaga negara lainnya. Peran kepolisian, kata dia, adalah menciptakan kondisi yang aman dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
 
“Polri tidak mengambil alih fungsi kementerian atau lembaga lain. Peran Polri adalah menjaga ruang aman bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, mencegah gangguan, dan menindak tindak pidana sesuai kewenangan," pungkasnya.
 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore