Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar. (istimewa)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menilai mahasiswa bisa membawa kemajuan dan kemamuran bagi bangsa.
Muhaiman menyampaikan, setelah lulus perjuangan mahasiswa belum tuntas. Tantangan ke depan akan semakin besar.
Hal itu disampaikan Muhaimin menghadiri Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Selasa (22/9).
“Saya sendiri sangat bangga karena turut menyaksikan adik-adik yang hari ini telah berhasil melewati berbagai tahapan pengujian akademis. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Anda semua sangat ditunggu dan diharapkan menjadi garda terdepan kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia,” ujar Muhaimin.
Ketua Umum PKB ini menyampaikan, mahasiswa yang tumbuh di lingkungan pesantren memiliki keunggulan tersendiri. Mereka berada di antara pendidikan umum dan keagamaan.
Ia menilai ekosistem tersebut merupakan potensi besar yang harus terus dikembangkan agar mampu menjawab perubahan zaman.
“Bersyukurlah kalian semua bisa tumbuh dan berkembang di tengah ekosistem pendidikan yang bagus, yaitu di pesantren. Inilah potensi yang harus terus kita kembangkan. Hendaklah menjadi fondasi yang tidak berhenti dan diam, tetapi harus terus dibangun secara kreatif dan inovatif untuk menghadapi berbagai tantangan,” imbuhnya.
Dia menyakini lulusan perguruan tinggi bisa menjadi pemimpin masa depan. Oleh karena itu, kampus harus terus berinovasi agar pendidikan semakin baik.
“Saya melihat adik-adik ke depan adalah pemimpin masa depan yang siap menjaga marwah keluarga, negara, dan bangsa kita. Saya yakin Universitas Ibrahimy beserta seluruh civitas akademikanya tidak bekerja business as usual, tetapi juga harus melakukan lompatan-lompatan ide agar semakin baik dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan dan pembangunan tidak semestinya hanya berpusat di Jakarta. Menurutnya, daerah seperti Situbondo juga memiliki potensi untuk berkembang menjadi pusat kemajuan baru.
“Kemajuan tidak hanya di Jakarta. Di Situbondo juga saya yakin bisa menjadi maju. Dan saya siap mendorong Universitas Ibrahimy menjadi motor perbaikan masyarakat, khususnya di Situbondo,” pungkasnya.