
ILUSTRASI: Aparat berupaya memadamkan api pada kebakaran hutan dan lahan. (Istimewa)
JawaPos.com - Pelaku kebakaran hutan lahan (karhutla) bakal digolongkan sebagai terorisme ekologi. Aparat penegak hukum diminta untuk memberikan tindakan tegas.
Menurut pakar lingkungan Universitas Sahid Jakarta Marningot Tua Natalis Situmorang, karhutla merupakan kejahatan serius. Pasalnya, tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan, keselamatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian ekonomi.
Untuk memberikan efek jera, mesti ada langkah hukum yang lebih tegas kepada pihak yang sengaja melakukan pembakaran dalam skala besar.
"Karhutla membahayakan nyawa manusia dan juga menimbulkan kerugian ekonomi. Manusia terkena ISPA, bahkan mungkin meninggal, kantor libur dan aktivitas masyarakat terganggu,” ujar Natalis kepada media di Jakarta, Senin (21/9).
Sebelumnya, Presiden Prabowo mendorong penguatan sanksi terhadap pelaku karhutla dan meminta mendalami kemungkinan pengaturan yang lebih berat, termasuk membuat wacana menggolongkan tindakan pembakaran hutan secara besar-besaran oleh kelompok besar sebagai “terorisme ekologi”.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (16/9). Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta aparat penegak hukum mendalami unsur pidana terhadap pihak yang terbukti terlibat. Bahkan meminta pencabutan izin terhadap korporasi yang pernah melakukan pelanggaran. Padahal mereka pernah mendapat sanksi.
"Coba nanti Mensesneg dengan Menteri Hukum didalami supaya masalah sanksi-sanksi hukumnya, mungkin undang-undangnya kita minta ke DPR untuk diperberat bahwa ini kita golongkan terorisme ekologi. Ini sangat serius," ujar Prabowo.
Dalam usulan itu, Marningot Tua Natalis Situmorang menambahkan, jika kategori hukum yang lebih berat tersebut dapat diterapkan secara tepat, maka aparat penegak hukum memiliki instrumen yang lebih kuat untuk menindak pelaku.
“Dengan dikategorikan teroris, aparat penegak hukum dapat menggunakan instrumen hukum yang lebih kuat. Dan ini bisa menjadi efek jera," imbuh Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022