Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 September 2026 | 21.23 WIB

Kapolri Apresiasi Buruh dan Pengusaha Bahas RUU Cipta Kerja Lewat Dialog

Kapolri (dua dari kanan) di Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). (Mabes Polri) - Image

Kapolri (dua dari kanan) di Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri mengapresiasi serikat buruh dan asosiasi pengusaha yang mulai duduk bersama membahas RUU Cipta Kerja. Menurutnya, komunikasi sejak awal dapat menjadi jalan untuk mencari titik temu di tengah perbedaan kepentingan pekerja dan dunia usaha.

Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). Kegiatan bertema “Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” tersebut dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan.

Kapolri mengaku senang pembahasan RUU Cipta Kerja kali ini diawali komunikasi antara serikat pekerja dan Apindo. Menurutnya, pola tersebut perlu dipertahankan karena isu ketenagakerjaan dapat memunculkan perbedaan pandangan.

“Saya sangat senang mendengar bahwa pembicaraan terkait dengan draf Undang-Undang Ciptaker dimulai dengan pembicaraan bersama antara teman-teman dari serikat pekerja dengan Apindo. Ini adalah permulaan yang sangat baik dan tentunya harus dipertahankan,” kata Kapolri.

Ia menilai perbedaan kepentingan antara pekerja dan pengusaha merupakan hal yang wajar. Namun, persoalan hubungan industrial diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah dengan tetap memperhatikan hak buruh serta keberlangsungan perusahaan.

Keseimbangan tersebut dinilai semakin penting di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global yang berdampak terhadap dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia.

Kapolri juga mengingatkan pengusaha agar tidak memandang pekerja hanya sebagai tenaga kerja. Buruh, menurutnya, perlu ditempatkan sebagai aset, mitra, sekaligus bagian dari keluarga besar perusahaan.

“Kalau kita bicara kesejahteraan buruh, perusahaannya juga harus tetap hidup dan berkembang. Di situlah kita harus menemukan titik keseimbangan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolri menekankan pentingnya menjaga iklim investasi agar tetap aman dan kondusif. Pemerintah terus mendorong hilirisasi dan investasi untuk membuka semakin banyak lapangan pekerjaan baru.

Indonesia dinilai memiliki modal berupa kekayaan sumber daya alam dan pasar domestik yang luas. Potensi tersebut perlu didukung kepastian, keamanan, serta hubungan industrial yang sehat.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore