Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 22.41 WIB

Kemhan Sebut Biaya Operasional Kapal Induk Ratusan Miliar per Tahun Tidak Terkonfirmasi

Kapal induk Cavour milik Italia. (Wikipedia) - Image

Kapal induk Cavour milik Italia. (Wikipedia)

JawaPos.com - TNI AL bersiap menyambut kedatangan kapal induk pertama Indonesia. Kehadiran kapal induk yang bakal diberi nama Gadjah Mada itu menjadi kebanggaan bagi matra laut itu harus disertai dengan biaya operasional serta perawatan yang disebut-sebut bisa mencapai ratusan miliar per tahun.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyoroti rencana Indonesia menerima hibah kapal induk dari Italia yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi (C551).

Menurut dia, hibah yang diterima Indonesia justru berpotensi berbiaya besar. Salah satu persoalan utama hibah kapal induk yang sudah berusia 40 tahun itu adalah tingginya biaya pemeliharaan dan operasional.

Berdasar laporan analisis pertahanan internasional The National Interest dikutip TB Hasanuddin, Angkatan Laut Italia menghabiskan sekitar 5 juta euro atau sekitar Rp 101 Miliar per tahun untuk merawat kapal tersebut. 

”Angka ini tentu akan menjadi beban baru bagi anggaran pertahanan Indonesia, di luar kebutuhan biaya operasional lainnya,” terang dia.

Berdasar hitung-hitungan, setidaknya dibutuhkan biaya 19 juta euro atau sekitar Rp 387 Miliar untuk membongkar kapal induk itu. Belum lagi kebutuhan untuk menjalani refurbishment atau retrofit agar kapal itu sesuai dengan kebutuhan operasional TNI AL. Angkanya mencapai Rp 7–Rp 16 triliun.

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan bahwa angka-angka tersebut tidak terkonfirmasi. Apalagi terkait dengan biaya retrofit atau refurbishment yang mencapai triliunan rupiah.

”Perlu kami jelaskan bahwa ex-ITS Giuseppe Garibaldi nantinya akan menjalani refurbishment yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI AL. Sehingga angka Rp 7 – Rp16 triliun sebagai biaya refurbishment atau retrofit yang akan dikeluarkan Kemhan tidak terkonfirmasi,” bebernya pada Selasa (8/9).

Menurut Rico, beban operasional kapal induk yang rencananya diberi nama KRI Gadjah Mada itu juga tidak seperti yang beredar luas.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore