Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 05.44 WIB

Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia

Ulta Levenia Nababan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden. (Instagram leveenia)

JawaPos.com - Pernyataan Plt. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah di Badan Komunikasi (Bakom) Ulta Levenia Nababan, mengenai proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) di tengah fenomena erupsi enam gunung api di Indonesia menjadi sorotan publik. Pernyataan tersebut ramai diperbincangkan karena Ulta mempertanyakan kemungkinan adanya faktor lain di balik sejumlah erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan.

Melalui pernyataannya, Ulta mengakui bahwa pemikirannya mengenai fenomena tersebut merupakan pandangan pribadi. Ia menyadari pertanyaan dan spekulasi yang disampaikannya berpotensi dikategorikan sebagai teori konspirasi.

Ulta mengatakan dirinya memiliki karakter skeptis dan tidak ingin langsung menerima suatu penjelasan hanya karena dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Ia tak memungkiri, membuka kemungkinan adanya perspektif lain untuk melihat rangkaian fenomena alam tersebut.

"HAARP ini sering dikaitkan dengan teori konspirasi karena memang awalnya didanai oleh US Air Force, US Navy dan DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency). Walau tdk ada bukti ilmiah, tapi banyak spekulasi bahwa Project HAARP bisa mengendalikan cuaca, membuat badai hingga gempa bumi," tulis Ulta Levenia dalam media sosial Instagram, Senin (7/9).

Menurut Ulta, HAARP merupakan proyek penelitian ionosfer yang dalam sejarahnya pernah berkaitan dengan sejumlah lembaga Amerika Serikat. Program tersebut kemudian menjadi bahan spekulasi di kalangan masyarakat karena dikaitkan dengan kemampuan memengaruhi berbagai fenomena alam.

Namun, Ulta mengakui belum terdapat bukti ilmiah kredibel yang membuktikan bahwa HAARP dapat mengendalikan cuaca, memicu badai, maupun menyebabkan gempa bumi. Karena itu, keterkaitan antara HAARP dan erupsi gunung api yang ia singgung masih berada dalam ranah dugaan.

"HAARP atau Beruntun bencana alam ini mungkin memang terjadi secara natural, memang kejadian alam yang harus kita terima. [PEMIKIRAN PRIBADI]," tuturnya.

Ulta kemudian menjelaskan alasan dirinya tetap mempertanyakan penjelasan yang dinilai umum. Ia menyebut sikap skeptis membuatnya mempertimbangkan alternatif lain, meskipun menyadari pemikiran tersebut kemungkinan besar akan disebut sebagai teori konspirasi.

"Tapi karna saya orangnya skeptis banget, gak mau terima dengan penjelasan yang biasa dan lumrah HARUS diterima," bebernya.

Ia turut menyinggung pandangan mengenai teori konspirasi yang pada waktu tertentu dapat kembali dibicarakan setelah suatu proyek atau informasi dinyatakan terbuka untuk publik. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari alasan Ulta mengaku berani menyampaikan pemikirannya meski berpotensi mendapat kritik.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore