
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dalam acara Jamuan Santap Siang di Vladivostok, Kamis (3/9). (Istimewa)
JawaPos.com - Istana Kepresidenan mengungkapkan alasan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia, pada Rabu (2/9). Kunjungan kenegaraam itu dinilai sebagai bagian dari politik luar negeri Indonesia dalam menghadapi perubahan konstelasi global.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, arah tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang menjadi dasar Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara lain.
“Berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, dalam menjalankan politik luar negeri, Indonesia menganut prinsip bebas aktif yang diabdikan untuk kepentingan nasional,” kata Qodari dalam keterangannya, Senin (7/9).
Menurut Qodari, prinsip bebas aktif menuntut Indonesia untuk tidak sekadar menyaksikan perkembangan geopolitik dunia. Indonesia perlu mengambil sikap dan berperan ketika situasi global berkaitan dengan kepentingan nasional.
Kerja sama dengan berbagai negara pun, lanjut dia, diarahkan pada hubungan yang saling menguntungkan. Diplomasi tidak hanya membangun kepercayaan antarnegara, tetapi juga harus mampu memberikan perlindungan terhadap kepentingan Indonesia.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Indonesia harus hadir, berbicara, dan memperjuangkan kepentingan nasional secara aktif,” ujarnya.
Implementasi pendekatan tersebut terlihat dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok, Rusia. Dalam lawatan tersebut, Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus menyampaikan pidato pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang turut dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin.
Qodari menilai, Rusia memiliki posisi penting dalam peta geopolitik global, sekaligus mempunyai potensi besar dari sisi sumber daya alam. Kondisi itu menjadikan hubungan Indonesia-Rusia memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh.
Menurutnya, perjalanan Presiden ke luar negeri tidak semata-mata ditujukan untuk menjalankan agenda protokoler atau diplomasi politik. Setiap pertemuan dan forum internasional diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang berdampak terhadap perekonomian nasional.
“Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia,” tutur Qodari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022