
Menko Polkam Djamari Chaniago memimpin rakor karhutla bersama ratusan pengusaha di Graha Marinir Panti perwira, Jakpus, pada Senin (7/9). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta, pada Senin (7/9).
Dalam rakor tersebut, Djamari mengingatkan bahwa fenomena El Nino belum mencapai puncaknya. Karena itu, ancaman karhutla masih besar dan patut untuk diwaspadai. Dia mengajak ratusan pengusaha yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) kawasan hutan untuk bersama-sama melakukan pencegahan.
”Seluruhnya ada 358 perusahaan HGU (kawasan hutan) yang hadir. Yang melatarbelakangi kami berhadapan dengan para pengusaha itu adalah, pertama bahwa kita belum sampai ke puncaknya El Nino,” kata Djamari kepada awak media.
Berdasar data dan laporan dari instansi terkait, El Nino tahun ini masih sangat panjang. Bahkan bisa sampai akhir tahun. Meski belum sampai puncaknya, namun El Nino sudah terasa dampaknya di Indonesia. Diantaranya dengan meningkatnya angka karhutla.
”Kawasan hutan dan lahan yang terbakar pun sudah mulai agak meningkat kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tentunya kita masih berada pada posisi yang relatif, saya tidak berani mengatakan normal ya, tapi posisinya masih agak rendah,” bebernya.
Dengan kondisi saat ini, Djamari menekankan, tidak ada waktu untuk berleha-leha. Perlu penanganan cepat agar karhutla tidak terus meluas. Apalagi saat El Nino memasuki fase puncak, potensi terjadinya karhutla semakin besar. Karena itu, dia mengingatkan pencegahan karhutla harus ketat.
”Karena kita belum sampai ke puncak (El Nino), maka (karhutla) ini akan terus bergelombang dan bisa naik terus apabila kita menanganinya kurang tepat,” kata dia.
Selain upaya pencegahan dan penanganan, Kemenko Polkam bersama instansi terkait lainnya melakukan penegakan aturan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah itu diambil karena aparat penegak hukum mendapati tindakan-tindakan yang menyebabkan karhutla adalah kelalaian dan kesengajaan.
”Bahkan, beberapa dari yang kita lihat itu dari pelanggar-pelanggar ini pun sudah mulai diproses hukum,” imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
