Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2026 | 06.15 WIB

5.865 Hektare Lahan di Riau Terbakar, Polri Perketat Pencegahan Karhutla

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo turun langsung mengecek penanganan karhutla di areal PT Bumi Siak Pusako, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Sabtu (5/9). - Image

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo turun langsung mengecek penanganan karhutla di areal PT Bumi Siak Pusako, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Sabtu (5/9).

JawaPos.com - Polda Riau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah sejumlah wilayah terpantau memiliki titik panas dalam jumlah cukup tinggi pada Sabtu (5/9).

Berdasarkan pemantauan hotspot pada Sabtu pagi, empat kabupaten menjadi perhatian. Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tercatat memiliki 59 hotspot, disusul Indragiri Hilir dengan 48 titik, Pelalawan sebanyak 22 titik, dan Siak mencapai 20 titik.

Menyikapi kondisi tersebut, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo turun langsung mengecek penanganan karhutla di areal PT Bumi Siak Pusako, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengevaluasi kesiapan personel, peralatan, serta proses pemadaman dan pendinginan di lokasi yang terdampak.

“Hari ini saya bersama Pangdam turun langsung melihat kondisi di Siak. Sementara untuk wilayah lain yang terpantau memiliki hotspot, jajaran sudah kita minta melakukan pengecekan di lapangan. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti agar api tidak sampai meluas,” kata Herry Heryawan.

Herry menjelaskan, keberadaan hotspot belum dapat langsung disimpulkan sebagai kebakaran aktif. Oleh sebab itu, personel di wilayah diminta melakukan pemeriksaan langsung atau ground check guna memastikan kondisi sebenarnya.

Apabila pemeriksaan menemukan adanya api, petugas diperintahkan segera melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Langkah tersebut menjadi semakin penting di wilayah gambut. Pasalnya, bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara tuntas.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore