Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 18.23 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: 4 Bandara di Indonesia Tutup Sementara Hingga Pukul 18:00 WIB

Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG) - Image

Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG)

JawaPos.com - Empat bandara di Indonesia masih menghentikan sementara operasional penerbangan pada Senin (7/9) hingga pukul 18:00 WIB akibat meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dilansir dari laman Instagram @Injourneyairports, empat bandara yang terdampak penghentian operasional penerbangan tersebut merupakan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Radin Inten II (TKG), dan Bandara Husein Sastranegara (BDO).

“Dalam menghadapi ini, InJourney Airports berkomitmen untuk mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang,” tulis laman Instagram @injourneyairports dikutip Senin (7/9).

Penumpang diimbau untuk memantau status penerbangan secara berkala ke maskapai terkait dan/atau menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui telefon 172, akun sosial media @ccinjourneyairports, WhatsApp di nomor 0816-770-172, atau E-mail contact@injourneyairports.id.

Sementara itu, EVP of Corporate Secretary, AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, mengatakan penutupan tersebut didasari oleh pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

“Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” ujar Hermana.

AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

Injourney Airports, Bandara, Gunung Anak Krakatau, Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore