Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 04.43 WIB

Dari Erupsi, Gempa, hingga Karhutla: Anggaran Kebencanaan Hanya Rp 491 Miliar, MBG Rp 229 Triliun

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan nomor call center. - Image

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan nomor call center.

JawaPos.com - Anggaran penanggulangan bencana mendapat sorotan di tengah terjadinya persitiwa alam baru-baru ini. Mulai dari erupsi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, dan sebagainya.

Sangat kontras dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai triliunan rupiah namun tidak jarang terjadi kasus keracunan dan bahkan ada yang dikorupsi.

Merujuk tahun anggaran 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hanya mendapat Rp 491 miliar. Sementara MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) Rp 229 triliun. Sebelumnya lebih prestisius lagi, yakni Rp 335 triliun.

Sangat jauh terpaut anggaran kedua lembaga itu, meskipun sama-sama ada korban. Di MBG ada keracunan makanan, di erupsi gunung berapi masyarakat berpotensi keracunan akibat menghirup udara yang terkontaminasi erupsi

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai pemerintah tidak menjadikan kebencanaan sebagai suatu yang penting. 

Efisiensi anggaran seharusnya tidak hanya menyasar MBG, tapi juga program pemerintah lainnya tanpa menghilangkan pelaksanaannya.

"Kalau membandingkan dengan MBG, angkanya (MBG) lebih besar dari BNPB yang cuma dapat Rp 400 miliar," kata Trubus saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (6/9).

Sebagaimana diketahui, beberapa pekan lalu terjadi kasus keracunan di sekolah dan pondok pesantren yang dialami oleh siswa dan santri. Mereka keracunan akibat mengonsumsi MBG. Bahkan ada yang meninggal dunia dan dirawat intensif di rumah sakit. Padahal MBG merupakan program prioritas Prabowo dengan anggaran ratusan triliun rupiah yang mengerahkan ribuan dapur MBG. 

Besarnya anggaran MBG berdampak pada efisiensi anggaran di lembaga dan kementerian. Salah satunya anggaran BNBP cuma Rp 491 miliar. Namun, di tahun ini terjadi beberapa bencana alam yang memiliki dampak sangat luas. Mulai dari karhutla, gunung berapi erupsi, gempa bumi, dan lain sebagainya.  

Trubus menyebut pemerintah dapat melihat anggaran pada program prioritas lainnya untuk dilakukan efisiensi. Langkah itu tidak harus berarti menghentikan program, melainkan mengoptimalkan penggunaan anggaran agar kebutuhan yang lebih mendesak tetap dapat ditangani.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore