Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 04.04 WIB

Dampak Anak Krakatau Erupsi, Perguruan Tinggi Terapkan Pembelajaran Hibrid

Ilustrasi mahasiwa tengah melakukan kuliah daring. Radar Cirebon - Image

Ilustrasi mahasiwa tengah melakukan kuliah daring. Radar Cirebon

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengimbau perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik untuk menyesuaikan kegiatan akademiknya.

Menurut Fauzan, kampus dapat menerapkan pembelajaran secara daring maupun hibrid. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk mengurangi aktivitas sivitas akademika di luar ruangan sekaligus menjaga kondisi kesehatan mereka.

"Dalam rangka menjaga kesehatan sivitas akademika, kami mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk mengambil langkah-langkah strategis dan efektif yang berorientasi pada pengurangan aktivitas di luar kampus kepada seluruh sivitas akademika," kata Fauzan dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9).

Ia mengatakan, penyesuaian tidak hanya dapat dilakukan terhadap proses perkuliahan. Layanan perkantoran dan berbagai aktivitas akademik lainnya juga bisa dialihkan ke metode yang dinilai paling aman sesuai kondisi di masing-masing wilayah.

"Oleh karena itu, aktivitas layanan kantor maupun proses pembelajaran dan aktivitas akademik yang lain, dapat dilakukan secara daring atau hybrid atau cara yang dianggap lebih efektif, dalam rangka untuk mengurangi terjadinya akibat apa terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh debu erupsi itu," ucapnya.

Selain mengatur pola kegiatan kampus, Fauzan meminta pimpinan perguruan tinggi meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing. Salah satunya dengan mengaktifkan posko siaga sebagai pusat koordinasi selama aktivitas erupsi berlangsung.

"Kemudian kami juga mengimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk mengaktifkan posko siaga di lingkungan masing-masing dan selalu berkoordinasi dengan kepala daerah setempat," ujar dia.

Koordinasi dengan pemerintah daerah dinilai penting agar langkah penanganan di lingkungan kampus dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Perguruan tinggi juga diharapkan dapat mengambil peran lebih luas dalam membantu masyarakat yang terkena dampak erupsi.

Fauzan pun meminta perguruan tinggi mengerahkan sumber daya dan keahlian yang dimiliki untuk mendukung penanganan dampak bencana. Para akademisi dan pakar dari berbagai bidang dapat dilibatkan untuk memberikan kontribusi sesuai kebutuhan di lapangan.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore