
Ilustrasi gelombang tsunami. (Hindustantimes)
JawaPos.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Gunung Anak Krakatau saat ini tidak berpotensi memicu tsunami seperti pada 22 Desember 2018.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil.
“Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami,” ujar Lana dalam keterangan yang diterima, Minggu (6/9).
Meski begitu, Lana memastikan Badan Geologi terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau secara intensif.
Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif tipe A yang berada di perairan Selat Sunda. Secara administratif, gunung api tersebut masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Lana menjelaskan sejak 2 Juli 2026, status aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Seri erupsi tipe Strombolian menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik hingga 5 September 2026.
Pada 5 September 2026 pukul 23.07 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus disertai suara gemuruh. Sampai pukul 04.40 WIB tanggal 5 September masih berlangsung erupsi dan terdengar gemuruh dari Pos PGA Krakatau Pasauran.
Tinggi kolom erupsi tidak teramati, tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus.
Fenomena erupsi menyerupai “lava fountain” atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava. Erupsi menerus selama beberapa jam yang berasosiasi dengan lava air mancur adalah fenomena umum yang sering terjadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
