Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2026 | 15.24 WIB

Erupsi Anak Krakatau Berdampak Terhadap Penerbangan, Pengamat Ungkap Bahaya bagi Mesin Pesawat

Sejumlah penumpang melakukan refund tiket setelah ditutupnya oprasional penerbangan di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (06/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Sejumlah penumpang melakukan refund tiket setelah ditutupnya oprasional penerbangan di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (06/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap sejumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Bahkan, sebanyak 33 jadwal penerbangan disebut terdampak.

Sebaran abu vulkanik pada ketinggian tertentu perlu mendapat pemantauan serius. Ini karena abu dapat memengaruhi jalur penerbangan jika memasuki ruang udara pesawat.

Pengamat penerbangan Vincent Herdison mengatakan arah pergerakan abu vulkanik dipengaruhi kondisi angin pada ketinggian tertentu. Menurutnya, sebagian besar abu terdorong ke wilayah laut sehingga dampak ke daratan kurang signifikan.

"Disisi penerbangan, awan abu vulkanik ini memang cukup tinggi, dengan angin yang bertiup ke barat pada ketinggian tertentu, turut menyapu abu kesisi laut dan tidak berimbas ke daratan," kata Vincent dalam unggahan pada media sosial Threads, Minggu (6/9).

Meski demikian, Vincent menyebut masih ada kemungkinan sebagian abu terbawa angin ke daratan. Kondisi itu menjadi aspek yang terus dipantau pihak terkait untuk menjaga keselamatan penerbangan.

"Tetapi pada ketinggian tertentu, ada angin yang masih membawa sedikit abu ke daratan juga. Sudah dipetakan, diamati dan dihitung juga oleh pihak terkait, bahwa sebaran abunya ini mengarah kemana, & area mana yang boleh diterbangi pesawat dan tidak," ujarnya.

Vincent menjelaskan abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu biasa. Kandungan partikel silika dapat menimbulkan risiko serius saat masuk sistem pesawat, terutama jika melintasi konsentrasi abu tinggi.

Abu vulkanik yang mengandung partikel silika juga bersifat abrasif. Pada mesin pesawat, partikel meleleh karena temperatur tinggi di ruang pembakaran dan menempel pada turbin, ganggu aliran udara.

Kondisi ini berpotensi sebabkan gangguan kinerja mesin seperti engine surge, daya dorong berkurang, hingga flameout atau mesin kehilangan tenaga. Karena itu, awan abu vulkanik jadi faktor penting dalam menentukan jalur penerbangan.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore