
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (kanan) menggendong orangutan di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah. (Humas Kemenhut)
JawaPos.com - Pemerintah memperkuat Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama bagi populasi orangutan.
Upaya tersebut dilakukan dengan mempererat koordinasi antara Kementerian Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng. Sejumlah lembaga konservasi lama juga terlibat dalam perlindungan satwa liar.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan, penguatan satgas bukan berarti membentuk organisasi baru. Pemerintah memilih memperkuat sistem kerja sama yang telah berjalan antara Kementerian Kehutanan, BKSDA Kalteng, BOSF, OFI, dan OFI UK.
“Dampak Karhutla ini adalah selain kepada manusia, tentu adalah kepada satwa liar. Satgas yang ada selama ini kita perkuat kembali, jadi Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalimantan Tengah. Jadi ini bukan Satgas baru, kerja sama seperti yang saya katakan tadi sudah lama terjadi, tapi kita perkuat,” kata Raja Juli Antoni, usai melakukan pengecekkan orang utan di Nyaru Menteng, Kalsel, Sabtu (5/9).
Menurutnya, kesiapan penanganan satwa juga harus diperkuat dari aspek kesehatan. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan dokter hewan yang siap menangani satwa terdampak karhutla.
Pemerintah, kata dia, juga membuka kemungkinan mendatangkan dokter hewan dari luar Kalteng bila tenaga medis di daerah tidak cukup. Ini untuk menangani kondisi darurat yang mungkin terjadi.
“Peralatan medis ya. Pertama, ketersediaan dokter hewan. Kita sudah cek, masing-masing punya dokter hewan ya. Kalau kurang nanti kita juga bisa kirimkan, di-BKO-kan dari Jawa ya, dari Jawa atau dari tempat lain untuk membantu teman-teman di sini, kalau seandainya naudzubillah terjadi sesuatu yang tidak lagi mampu ditangani oleh dokter hewan yang ada di Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Selain tenaga medis, kebutuhan peralatan kesehatan turut menjadi perhatian penting. Beberapa perlengkapan, termasuk tabung oksigen dan nebulizer, disiapkan untuk membantu orangutan yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap karhutla.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
