Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan pidato yang tajam dan menyentuh hati dalam peringatan Hari Bermuhammadiyah ke-13. (Istimewa)
Di sana, ia menyoroti sebuah realita yang memprihatinkan yakni meskipun masyarakat semakin tampak beragama, nilai-nilai luhur agama belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Haedar menunjuk korupsi sebagai salah satu bukti paling nyata dari ketidakkonsistenan tersebut. Ia menyebut praktik korupsi telah merajalela, bahkan berjalan secara masif, sistematik, dan terstruktur, tak pelak membuatnya menjadi peringatan yang keras bagi seluruh pihak.
“Tuhan murka pada kita yang selalu berkata, tapi tidak konsisten dalam melaksanakannya. Mayoritas muslim, korupsi masih merajalela, bahkan menjadi masif, sistematik, dan terstruktur,” ujarnya dengan tegas.
Lebih jauh, ia menyinggung praktik riswah, penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan, hingga gaya hidup mewah yang pada akhirnya berujung pada korupsi. Menurutnya, nilai keberagamaan yang sejati harus berjalan beriringan dengan perilaku jujur dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam mencari rezeki yang halal dan menggunakan kekuasaan dengan penuh tanggung jawab. Ketika seseorang merasa cukup namun masih ingin lebih, di situlah muncul godaan yang melahirkan penyimpangan-penyimpangan tersebut.
“Ini satu indikator paling kuat, berarti keberagamaan kita tidak berbanding lurus dengan perilaku kita untuk jujur, termasuk dalam hal mencari rezeki yang semestinya halal. Namun, ketika kecukupan yang kita raih masih ingin lebih dari itu, lalu muncul riswah, penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan, hidup mewah, dan akhirnya berujung pada korupsi,” tegasnya.
Selain persoalan perilaku, Haedar juga mengingatkan akan pentingnya pembaruan dalam kehidupan beragama. Ia mengutip pesan pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, bahwa agama pada mulanya bercahaya dan berkilauan, namun lama-kelamaan bisa menjadi redup bukan karena agamanya, melainkan karena pemeluknya sendiri.
Oleh karena itu, masyarakat perlu terus memperbarui cara hidup beragama agar nilai-nilai agama tetap relevan dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, hingga kemanusiaan.
Ia juga menyoroti rendahnya kesadaran ilmu dan budaya membaca di masyarakat sebagai tantangan besar bagi kemajuan bangsa.
“Hanya satu orang dari 1.000 orang yang suka membaca. Dampaknya kita tidak mungkin maju sebagai sebuah bangsa jika masyarakat kita masih rendah kesadaran ilmunya, kesadaran kritisnya, dan lain-lain,” ungkapnya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Haedar menyampaikan kabar menggembirakan: kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah tetap tinggi. Hasil survei Litbang Kompas tahun 2024 menunjukkan 91 persen publik menaruh kepercayaan positif kepada Muhammadiyah, sementara survei Lembaga Kebijakan Publik Universitas Ahmad Dahlan terhadap generasi milenial dan Gen Z mencatat angka serupa, yakni 91–92 persen.
“Ketika survei ini dilakukan dan hasilnya seperti itu, maka Muhammadiyah berarti masih punya posisi yang konsisten sebagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang bisa merawat, menjaga keberagaman dalam kehidupan masyarakat,” jelas Haedar.
Kepercayaan tersebut, kata dia, bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan tanggung jawab yang harus dijaga dan diwujudkan melalui penguatan misi dakwah. Ia menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus terus diarahkan untuk menjadi cahaya yang menerangi jalan kemajuan umat dan bangsa.
“Dakwah yang mencerahkan, dakwah yang mencerdaskan, dakwah yang memberdayakan, dakwah yang membebaskan, dan dakwah yang memajukan kehidupan umat, bangsa dan kemanusiaan semesta,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Ketua BPH UMJ Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., serta Pendiri Maskanul Huffaz Dr. Hj. Oki Setiana Dewi, S.Hum., M.Pd. menjadi bukti sinergi lintas elemen dalam memperjuangkan kemajuan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang tulus dan nyata.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022