Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 September 2026 | 03.00 WIB

Temukan Satwa Terdampak Karhutla, Kemenhut Siapkan Call Center 24 Jam

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan nomor call center. - Image

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiapkan nomor call center.

JawaPos.com - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah tersebut dilakukan dengan kembali menggencarkan sosialisasi nomor call center kepada masyarakat. 

Warga yang menemukan orangutan maupun satwa liar lainnya dalam kondisi terdampak karhutla diminta segera melaporkannya melalui jalur yang telah disediakan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, layanan pengaduan tersebut sebenarnya telah tersedia dan selama ini menjadi bagian dari kolaborasi antara Kemenhut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, serta sejumlah organisasi konservasi.

Kerja sama itu melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Foundation International (OFI), dan OFI UK. Menurutnya, penguatan sosialisasi diperlukan agar masyarakat mengetahui dengan jelas pihak yang harus dihubungi saat menemukan satwa yang membutuhkan pertolongan.

“Dan kita berharap nanti setiap masyarakat yang menemukan orang utan atau satwa liar lainnya di kampung mereka, telepon ke nomor ini,” kata Raja Juli Antoni di Nyaru Menteng, Kalteng, Sabtu (5/9).

Laporan yang masuk nantinya akan ditindaklanjuti oleh tim penyelamat yang memiliki akses paling dekat dengan lokasi penemuan satwa. Tim tersebut dapat berasal dari BOSF, OFI, OFI UK, maupun BKSDA Kementerian Kehutanan.

Dengan mekanisme tersebut, kata Raja Juli, proses evakuasi diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga satwa yang berada dalam kondisi terancam bisa segera mendapatkan penanganan. 

Ia memastikan, kecepatan respons menjadi penting mengingat satwa dapat mengalami dampak langsung maupun tidak langsung akibat karhutla. Selain membangun kesadaran masyarakat melalui jalur pelaporan, Kemenhut juga berencana meningkatkan intensitas patroli penyelamatan satwa. 

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore