Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2026 | 15.18 WIB

MUI Ajak Gelar Shalat Istisqa Agar Hujan Turun dan Karhutla Berakhir

Manggala Agni berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat. (BNPB) - Image

Manggala Agni berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat. (BNPB)

JawaPos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam di seluruh Indonesia untuk menggelar Shalat Istisqa guna memohon diturunkannya hujan dan meminta kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi segera berakhir.

"Kemarau dan kekeringan melanda kita, bahkan karhutla masih terus terjadi. Mari doakan mudah-mudahan segera turun hujan di Indonesia, di tempat-tempat kemarau dan kebakaran. Bahkan kami mengajak umat untuk Shalat Istisqa (minta hujan)," ujar Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9).

Menurutnya, Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) saat menghadapi musibah kekeringan yang berkepanjangan.

Selain usaha teknis dan fisik yang dilakukan oleh pemerintah serta petugas pemadam kebakaran di lapangan, kata dia, doa bersama dinilai menjadi dorongan moral dan spiritual yang sangat penting.

Fenomena kemarau panjang tahun ini telah memicu krisis air bersih di kawasan pemukiman warga serta memperluas titik panas (hotspot) di sejumlah kawasan hutan Indonesia. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap karhutla.

Kiai Cholil berharap pengurus masjid, lembaga keagamaan, serta masyarakat luas di wilayah yang terdampak dapat segera mengoordinasikan pelaksanaan Shalat Istisqa secara berjamaah.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan tren titik panas karhutla Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali meningkat setelah sebelumnya menurun, membuat kedua provinsi itu menjadi prioritas utama penanganan.

"Setelah kemarin semua enam provinsi yang prioritas trennya turun, namun hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," kata Menhut Raja Antoni.

Hal serupa juga disuarakan Dewan Mesjid Indonesia (DMI). DMI menyerukan umat Islam untuk melaksanakan shalat Istisqa atau shalat meminta hujan sebagai respons atas kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kekeringan dan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore